https://ejournal.lapad.id/PJPI/issue/feedPengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)2026-05-18T07:45:34+00:00Havis Aravikjurnalpjpi@lapad.idOpen Journal Systems<p><strong>Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)</strong> adalah jurnal pendidikan yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia menerima makalah dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan diterbitkan 3 kali setahun: April, Juni dan Desember. Silakan buat Artikel Template baru lalu kirimkan naskah Anda.</p>https://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1486Normalisasi Bullying Verbal sebagai Bentuk Kekerasan Simbolik dalam Budaya Sekolah 2026-04-08T03:17:34+00:00Danang Pratama Listryantodanangpratamalistryanto17@gmail.comPuput Dwi Primawatipuputdwip07@gmail.comJalaludin Jalaludinjalaludin@uinssc.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis normalisasi bullying verbal sebagai bentuk kekerasan simbolik dalam budaya sekolah. Kajian ini penting karena bullying verbal sering dianggap candaan atau interaksi biasa, padahal mereproduksi relasi kuasa timpang dan berdampak pada kondisi psikososial murid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>library research</em> melalui studi dokumen dari artikel jurnal, buku referensi, dan dokumen akademik yang relevan. Sumber diseleksi secara cermat, dicatat gagasan utamanya, lalu dikelompokkan berdasarkan tema dan kemutakhiran. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi tema, pola, dan relasi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying verbal dinormalisasi melalui kebiasaan bahasa sehari-hari, budaya pergaulan siswa, lemahnya sensitivitas terhadap kekerasan nonfisik, serta dukungan institusional yang belum responsif. Praktik ini bekerja sebagai kekerasan simbolik karena berlangsung halus, berulang, dan kerap tidak dikenali. Temuan ini menegaskan bahwa bullying verbal merupakan persoalan struktural-kultural yang memerlukan penguatan kultur sekolah, sensitivitas guru, dan kebijakan antibullying yang lebih peka.</p>2026-04-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Danang Pratama Listryanto, Puput Dwi Primawati, Jalaludin Jalaludinhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1484Model Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi: Inovasi untuk Generasi Z dan Alpha2026-04-08T03:17:27+00:00Muhammad Ikbal12310112760@students.uin-suska.ac.idAhmad Julizar12310114666@student.uin-suska.ac.idAinur Rafiq12310113503@student.uin-suska.ac.idHerlini Puspika Sariherlini.puspika.sari@uin-suska.ac.id<p>Untuk menjawab tuntutan Generasi Z dan Alpha di era digital, penelitian ini mengkaji pengembangan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi. Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah secara drastis sifat pembelajaran, sehingga membutuhkan metode yang berpusat pada siswa, interaktif, dan adaptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji gagasan, penerapan, kendala, dan kemajuan pembelajaran PAI berbasis teknologi. Penelitian ini meninjau literatur yang relevan dari sumber-sumber akademis terkini dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan strategi penelitian perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif, pembelajaran campuran (<em>blended learning</em>), <em>e-learning</em>, dan kolaborasi digital meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap keyakinan Islam. Meskipun demikian, masalah-masalah seperti infrastruktur yang tidak memadai, kompetensi digital guru yang kurang, dan potensi dampak negatif teknologi tetap menjadi kekhawatiran utama. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan literasi digital, dukungan infrastruktur, dan pendidikan karakter yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Singkatnya, pembelajaran PAI berbasis teknologi menawarkan cara yang layak dan kontekstual untuk membantu siswa menjadi individu yang berakhlak mulia dan berwawasan luas.</p>2026-04-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Ikbal, Ahmad Julizar, Ainur Rafiq, Herlini Puspika Sarihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1457Pengaruh Keterlibatan Ekstrakurikuler dan Keaktifan Berorganisasi terhadap Penurunan Tindakan Kriminalitas Pelajar SMAN 21 Bekasi2026-02-27T01:48:16+00:00Nurlaila Fadillahnurlailafadillah0611@gmail.comBelva Mutiara Garikabelvamutiaragarika@gmail.comTasya Auliatasyaaawliya@gmail.comSri Rahayurahayusriaja656@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterlibatan ekstrakurikuler dan keaktifan organisasi intra sekolah terhadap tindakan kriminalitas pelajar di SMAN 21 Bekasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data diperoleh melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert empat poin dan diuji melalui validitas, reliabilitas, serta asumsi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap penurunan tindakan kriminalitas (sig. < 0,001). Namun secara parsial, hanya keaktifan organisasi yang berpengaruh signifikan (sig. = 0,036). Nilai R² sebesar 0,197 menunjukkan bahwa 19,7% variasi tindakan kriminalitas dijelaskan oleh model. Setelah data ekstrem dihapus, model memenuhi uji asumsi klasik. Kesimpulannya, organisasi siswa lebih berkontribusi membentuk perilaku positif dibanding ekstrakurikuler. Hasil ini dapat dijadikan dasar bagi penguatan kegiatan organisasi sebagai strategi pencegahan kenakalan remaja di lingkungan sekolah.</p>2026-04-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurlaila Fadillah, Belva Mutiara Garika, Tasya Aulia, Sri Rahayuhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1508Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal: Upaya Pencegahan Praktik Balo Tua pada Masyarakat Lewoawang2026-04-13T04:38:25+00:00Bartoldus Sora Lebaartholeba@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, fungsi, dan implikasi sosial-moral upacara adat Balo Tua dalam masyarakat Lewoawang serta menelaah urgensi pendidikan karakter berbasis budaya lokal sebagai upaya preventif terhadap praktik pernikahan sedarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tokoh adat dan masyarakat, serta studi literatur dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balo Tua merupakan mekanisme adat yang berfungsi melegitimasi pernikahan sedarah melalui perubahan status kesukuan perempuan guna menjaga stabilitas sosial. Namun, secara moral dan pendidikan, mekanisme tersebut berpotensi menormalisasi pelanggaran norma kekerabatan. Meskipun praktik Balo Tua tidak lagi dijalankan, narasi budayanya masih hidup dalam kesadaran sosial dan berimplikasi pada relativisasi nilai di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan karakter berbasis budaya lokal diperlukan sebagai strategi preventif untuk membangun kesadaran moral, sikap kritis, dan tanggung jawab sosial dalam menyikapi praktik budaya yang tidak lagi relevan dengan nilai kemanusiaan dan tujuan pendidikan modern.</p>2026-04-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bartoldus Sora Lebahttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1499Model Analisis Kebijakan Dalam Pendidikan: Studi Teoritis Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam2026-04-13T04:50:43+00:00Hendro Perdana Putraibnmasud92@gmail.comSri Susmiyatisrisusmiyati@gmail.comSabran SabranSabran@uinsi.ac.id<p>Artikel ini mengkaji model-model utama analisis kebijakan (rasional/komprehensif, inkremental, pemindaian campuran, dobel jalur, koalisi advokasi, dan model implementasi) dan implikasinya terhadap kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan riset pustaka dan pendekatan content analysis, studi ini mengumpulkan studi teoritis klasik dan studi empiris terbaru untuk merumuskan kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk perumusan, implementasi, dan evaluasi kebijakan PAI. Temuan menunjukkan bahwa kombinasi model pemindaian campuran untuk perumusan, aliran ganda untuk menjelaskan penetapan agenda, dan koalisi advokasi untuk memahami resistensi/subsistem paling efektif bila disertai dengan mekanisme implementasi adaptif dan evaluasi berbasis bukti. Rekomendasi berfokus pada perancangan kebijakan PAI yang peka secara teologis dan yuridis, partisipatif, dan sistematis dalam siklus umpan balik pemantauan implementasinya</p>2026-04-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hendro Perdana Putra, Sri Susmiyati, Sabran Sabranhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1500Transformasi Digital Dalam Kebijakan Pendidikan Islam2026-04-13T04:38:10+00:00Ahmad Ahmada.ahmad0895@gmail.comSri Susmiyatisrisusmiyati@gmail.comSabran SabranSabran@uinsi.ac.id<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong perubahan dalam sistem pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi digital dalam kebijakan pendidikan Islam serta implikasinya terhadap praktik pembelajaran dan manajemen lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>library research</em> dengan teknik pengumpulan data melalui buku, artikel jurnal ilmiah, serta regulasi pendidikan. Analisis data menggunakan metode <em>content analysis</em> melalui proses reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi untuk mengidentifikasi pola serta implikasi kebijakan dalam transformasi digital pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak signifikan terhadap inovasi pembelajaran pendidikan Islam melalui penggunaan media digital, pembelajaran daring, dan sistem manajemen pembelajaran. Digitalisasi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan lembaga pendidikan Islam, tapi dengan berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, keterbatasan kompetensi digital tenaga pendidik, serta perlunya integrasi nilai-nilai Islam dalam pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berbasis nilai untuk mendukung transformasi digital pendidikan Islam secara berkelanjutan.</p>2026-04-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ahmad Ahmad, Sri Susmiyati, Sabran Sabranhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1507Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Toleransi Beragama2026-04-13T04:50:54+00:00Putri Khanaputrikhana47@gmail.comDaim Baliahjalaludin@syekhnurjati.ac.id<p>Dalam era globalisasi dan multicultural yang semakin berkembang, pemahaman dan praktik toleransi beragama menjadi aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Pendidikan agama islam, sebagai bagian integral dari kurikulum Pendidikan, memiliki potensi besar untuk memainkan peran utama dalam membentuk sikap toleransi beragama pada siswa. Toleransi merupakan suatu sikap atau perilaku manusia yang mengikuti aturan, dimana seseorang dapat menghargai, menghormati terhadap perilaku orang lain. Istilah toleransi dalam konteks sosial budaya dan agama berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perihal toleransi beragama yang berfokus kepada kerukunan dalam masyarakat multikultural di Indonesia, dengan melihat bagaimana toleransi beragama sangat penting untuk mengatasi tantangan dan konflik agama sehingga dapat menciptakan masyarakat yang harmonis. Indonesia, sebagai negara yang sangat beragam dari segi budaya, suku, dan agama, memainkan posisi penting dalam menciptakan toleransi dan persatuan di tengah perbedaan keyakinan. Kerukunan antar umat beragama merupakan landasan penting dalam menjaga stabilitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep toleransi beragama, upaya, kebijakan pemerintah, dan tantangan dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis antar umat beragama. Dalam keadaan apapun dan kapan saja, Islam sebagai agama Rahmatal Lil’alamin senantiasa menghargai dan menghormati perbedaan, baik perbedaan suku, bangsa, dan keyakinan. Hal sangat ini jelas, bahwa Islam selalu memberikan kebebasan berbicara dan toleransi terhadap semua pemeluk agama dan berkeyakinan serta rasa hormat bagi umat manusia, tampa membeda-bedakan satu sama lain.</p>2026-04-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Khana, Daim Baliahhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1493Kajian Toksikologi Industri terhadap Risiko Paparan Bahan Kimia pada Tenaga Kerja Rumah Sakit: Studi Literature2026-04-10T06:12:06+00:00Nazwa Aulia Ramadhaninazwa0801223261@uinsu.ac.idSiti Fadilasitifadila687@gmail.comTrinanda Snazwa0801223261@uinsu.ac.idAbdurrozzaq Hasibuannazwa0801223261@uinsu.ac.id<p>Paparan bahan kimia di lingkungan rumah sakit merupakan risiko utama bagi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan mengkaji risiko paparan bahan kimia berdasarkan perspektif toksikologi industri melalui metode literature review terhadap 10 artikel tahun 2019–2025 dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan jenis bahan kimia, jalur paparan, dampak kesehatan, dan upaya pengendalian. Hasil menunjukkan bahwa tenaga kerja rumah sakit berisiko tinggi terpapar disinfektan, gas anestesi, reagen laboratorium, logam berat, senyawa sitotoksik, dan limbah B3. Paparan tersebut menyebabkan gangguan kesehatan akut hingga kronis, seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, serta gangguan reproduksi. Jalur paparan utama meliputi inhalasi, kontak kulit, dan kontaminasi tidak langsung. Faktor perilaku kerja seperti penggunaan APD, personal hygiene, dan durasi paparan menjadi determinan utama. Namun, implementasi K3 dan pengelolaan limbah B3 masih belum optimal. Disimpulkan bahwa pengendalian risiko memerlukan pendekatan komprehensif melalui peningkatan kepatuhan APD, penguatan K3, monitoring paparan lingkungan dan biologis, serta pengelolaan limbah sesuai standar.</p>2026-04-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nazwa Aulia Ramadhani, Siti Fadila, Trinanda S, Abdurrozzaq Hasibuanhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1515Peran Guru Dalam Membimbing Pelaksanaan Sholat Dhuha Bagi Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum2026-04-18T01:39:33+00:00Deva Saputradevasaputra88767@gmail.comElva Frida YantiFridaelva9@gmail.comSinta Sintiasintasintiya60@gamil.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membimbing pelaksanaan sholat Dhuha bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sholat Dhuha di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum telah berjalan dengan cukup baik dan dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembiasaan ibadah. Peran guru dalam membimbing pelaksanaan sholat Dhuha sangat penting, yaitu sebagai pembimbing, teladan, motivator, dan pengawas. Guru tidak hanya mengarahkan siswa dalam tata cara pelaksanaan sholat, tetapi juga memberikan contoh langsung, motivasi, serta melakukan pengawasan agar kegiatan berjalan dengan tertib dan khusyuk. Faktor pendukung dalam pelaksanaan sholat Dhuha meliputi adanya kebijakan sekolah, sarana dan prasarana yang memadai, serta kerjasama antar guru. Sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran siswa, keterbatasan waktu, dan kedisiplinan siswa yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sholat Dhuha dalam membentuk karakter religius siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru secara berkelanjutan agar pembiasaan ibadah dapat berjalan secara optimal.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Deva Saputra, Elva Frida Yanti, Sinta Sintiahttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1516Implementasi Program Kerja Berbasis Pedagogis Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Dan Karakter Siswa Kelas V Di MIS Raudlatul Muta’allimin Kasui2026-04-18T01:39:27+00:00Nurica Anggari Agustinnurychaanggriagustin@gmail.comAzizah Dwi Ramdhaniazizadwiramadani2@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program kerja berbasis pedagogis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter siswa kelas V di MIS Raudlatul Muta’allimin Kasui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program kerja berbasis pedagogis yang meliputi kegiatan literasi membaca, pembelajaran aktif dan menyenangkan, diskusi kelompok, pemberian tugas, evaluasi berkala, serta program remedial dan pengayaan mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan hasil belajar siswa secara signifikan. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta sikap religius dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan program kerja berbasis pedagogis dapat menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning), sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran secara menyeluruh di Madrasah Ibtidaiyah.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurica Anggari Agustin, Azizah Dwi Ramdhanihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1514Studi Komparatif Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan2026-04-18T01:38:53+00:00Siti Banati Sholihasitibanatisholiha@radenfatah.ac.idMuhammad Riza Fajrul Azhar25162160004@radenfatah.ac.idEntin Suhartin25162160008@radenfatah.ac.idRis'an Ruslirisanrusli_uin@radenfatah.ac.idRomli Romliromliromli@radenfatah.ac.id<p><em>This study aims to analyze the thoughts of Ismail Raji Al-Faruqi and Syed Muhammad Naquib Al-Attas on the Islamization of knowledge within the context of contemporary Islamic education. The background of this research is based on an epistemological crisis caused by the dominance of a secular and dichotomous Western scientific paradigm. This study employs a qualitative approach using library research, analyzed through a descriptive-comparative method. The findings reveal that both scholars share similarities in rejecting the dichotomy of knowledge and emphasize the importance of the principle of tauhid as the foundation for knowledge development. However, there are differences in their approaches: Al-Faruqi emphasizes the systematic and practical integration of knowledge, while Al-Attas focuses on the purification of the concept of knowledge through the reconstruction of worldview and the inculcation of adab. Thus, their thoughts are complementary and relevant for the development of integrative and character-based Islamic education.</em></p>2026-04-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Banati Sholiha, Muhammad Riza Fajrul Azhar, Entin Suhartin, Ris'an Rusli, Romli Romlihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1512Efektivitas Pembelajaran Python terhadap Pemahaman Pecahan dan Desimal : Analisis N-Gain 2026-04-14T03:12:17+00:00Fitrah Sari Wahyuni Harahapfitrah18.upu@gmail.comHeri Yusuf Simbolonfitrah18.upu@gmail.comYulia Fitrifitrah18.upu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis coding Python dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan dan desimal pada siswa kelas VIII SMP. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika yang bersifat abstrak serta dominasi pembelajaran konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar interaktif. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 03 Percut Sei Tuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes awal dan tes akhir yang dianalisis menggunakan N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah penerapan pembelajaran berbasis coding Python. Rata-rata skor meningkat dari 57,33 menjadi 81,87 dengan nilai N-Gain sebesar 0,81 yang termasuk kategori tinggi. Selain itu, ketuntasan belajar meningkat dari 13% menjadi 100%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis pemrograman mampu membantu siswa mengonstruksi konsep matematika melalui aktivitas eksploratif dan representasi komputasional. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkuat pendekatan konstruksionisme dan computational thinking yang menekankan pembelajaran aktif berbasis pemecahan masalah. Secara praktis, integrasi Python dalam pembelajaran matematika dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas proses belajar di sekolah. Meskipun demikian, keterbatasan desain penelitian tanpa kelompok kontrol perlu menjadi perhatian dalam interpretasi hasil</p>2026-04-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitrah Sari Wahyuni Harahap, Heri Yusuf Simbolon, Yulia Fitrihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1517Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction yang Dikombinasikan dengan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Di MI Raudlatul Muta'alimin Kasui2026-04-19T13:20:11+00:00Refiansyah Refiansyahrifiyansyah85@gmail.comM. Wismu Shaderwismumuhammad30@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V MI Raudlatul Muta'alimin Kasui melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction yang dikombinasikan dengan Problem Based Learning. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan evaluasi. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan menerapkan kombinasi model Direct Instruction dan Problem Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kedua model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, seperti dalam kegiatan diskusi, bertanya, dan mengemukakan pendapat. Peningkatan keaktifan ini berdampak pada meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi belajar. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction yang dikombinasikan dengan Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V.</p>2026-04-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Refiansyah Refiansyah, M. Wismu Shaderhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1521The Role of Professional Competence of Lecturers in Improving the Quality of Learning and Academic Development in Religious Colleges2026-04-20T14:04:51+00:00Urbanus Sukriurbanussukri9@gmail.com<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi profesional dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan akademik di perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, yang dilakukan di beberapa perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Sumber data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, observasi proses pembelajaran di kelas, serta studi dokumen yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan dan pengembangan akademik.</p> <p style="text-align: justify;">Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional dosen, yang meliputi keterampilan pedagogik, penguasaan materi ajar, dan keterampilan sosial, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Dosen yang memiliki kompetensi tersebut mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, meningkatkan interaksi aktif antara dosen dan mahasiswa, serta mengoptimalkan metode pengajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu, kompetensi dosen juga berkontribusi terhadap pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman serta memfasilitasi penelitian ilmiah dan publikasi yang dapat meningkatkan kualitas akademik perguruan tinggi keagamaan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perguruan tinggi keagamaan, yaitu kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi dosen, keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi, serta kesulitan dalam memperbarui kurikulum sesuai dengan perkembangan pendidikan global.</p> <p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan program pengembangan profesional dosen, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta pembaruan kurikulum secara terstruktur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi keagamaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan pendidikan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kompetensi dosen dan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.</p>2026-04-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Urbanus Sukrihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1519Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai Media Umpan Balik dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Akademik Bahasa Indonesia Mahasiswa Teknik2026-04-19T13:20:02+00:00Erwin Gintingerwinginting82@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kecerdasan buatan (AI) sebagai media umpan balik dalam meningkatkan kemampuan menulis akademik Bahasa Indonesia mahasiswa. Kemampuan menulis akademik merupakan kompetensi esensial di perguruan tinggi, namun banyak mahasiswa masih menghadapi hambatan dalam menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental non-equivalent control group dengan melibatkan 60 mahasiswa tahun pertama yang dibagi menjadi kelas eksperimen, yang memanfaatkan ChatGPT sebagai media umpan balik, dan kelas kontrol yang menerima umpan balik konvensional dari dosen dan rekan sejawat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, Independent Sample T-Test, dan effect size. Hasil menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen (0,384) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (0,326), keduanya berkategori sedang. Uji beda menghasilkan nilai signifikansi 0,030 (<0,05) dengan Cohen's d sebesar 0,574 (kategori sedang). Temuan ini membuktikan bahwa pemanfaatan AI sebagai media umpan balik secara signifikan dan bermakna secara praktis meningkatkan kemampuan menulis akademik serta mendukung otonomi belajar mahasiswa.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Erwin Gintinghttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1523Persepsi dan Tanggapan dalam Psikologi Pendidikan Islam: Kajian Literatur Integratif dan Implikasi Praktis bagi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam2026-04-23T13:17:04+00:00Nenny Litanianennylitania.taufik@gmail.comVivik Shofiahvivik.shofiah@uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara integratif konsep persepsi dan tanggapan dalam Psikologi Pendidikan Islam. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur digunakan untuk menganalisis landasan teoretis, faktor pembentuk, dan implikasi persepsi peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Analisis data menggunakan model interaktif Miles et al. (2014) yang diperkuat triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi dalam perspektif Islam merupakan proses holistik yang mengintegrasikan aql, qalb, dan nafs, melampaui konseptualisasi psikologi konvensional. Persepsi peserta didik dibentuk oleh faktor internal; efikasi diri, pengalaman keagamaan, dan motivasi intrinsic, serta faktor eksternal yang didominasi keteladanan guru, metode pembelajaran, dan iklim kelas. Hubungan persepsi-tanggapan bersifat siklik; persepsi positif menciptakan spiral pertumbuhan akademis dan spiritual, sementara persepsi negatif memicu lingkaran ketidakterlibatan yang kontraproduktif. Ditemukan pula kesejajaran konseptual antara teori psikologi modern dan prinsip Islam, seperti self-regulation dengan muhasabah, dan intrinsic motivation dengan ikhlas. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran PAI yang secara sadar membangun persepsi positif melalui keteladanan guru, pendekatan kontekstual, dan iklim kelas yang psikologis aman</p>2026-04-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nenny Litania, Vivik Shofiahhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1462Implementation of Public Relations Management In Islamic Educational Institutions In The Digital Era2026-02-27T01:51:18+00:00Susilo Surahmansusilo.surahman@uin-suka.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan pola komunikasi dan strategi pengelolaan hubungan masyarakat (humas) di berbagai sektor, termasuk lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen humas pada lembaga pendidikan Islam di era digital, dengan menyoroti strategi, tantangan, serta implikasinya terhadap peningkatan citra dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada beberapa lembaga pendidikan Islam yang telah memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi institusional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen humas di era digital tidak lagi terbatas pada fungsi publikasi, tetapi telah berkembang menjadi fungsi strategis yang mencakup pengelolaan reputasi, komunikasi krisis, serta pembangunan relasi yang partisipatif dengan pemangku kepentingan. Pemanfaatan media sosial, situs web resmi, dan platform komunikasi daring terbukti meningkatkan transparansi dan memperluas jangkauan informasi lembaga. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kurangnya perencanaan strategis berbasis data, serta potensi risiko disinformasi di ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan model manajemen humas yang adaptif, berbasis teknologi, dan selaras dengan nilai-nilai Islam agar mampu memperkuat daya saing lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika transformasi digital.</p>2026-04-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Susilo Surahmanhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1529Dekonstruksi Makna dalam Novel Ranting Sakura2026-04-23T13:18:26+00:00Lita Dwi Ariyantilita.dwi.ariyanti@uingusdur.ac.id<p>Penelitian ini membahas dekonstruksi makna dalam novel Ranting Sakura karya Maria Bo Niok yang merepresentasikan kehidupan Tenaga Kerja Wanita (TKW) beserta kompleksitas relasi sosial, cinta, dan identitas tokoh. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dekonstruksi pada judul, representasi TKW, serta karakter tokoh dalam novel. Rumusan masalah difokuskan pada bagaimana makna yang tampak dalam teks mengalami pergeseran melalui oposisi biner yang tidak stabil sehingga menghasilkan interpretasi baru terhadap struktur makna yang dominan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan poststrukturalisme, khususnya teori dekonstruksi Jacques Derrida. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, klasifikasi, serta analisis korpus data berupa kutipan teks novel yang relevan, kemudian diverifikasi untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judul Ranting Sakura mengalami dekonstruksi makna dari simbol keindahan menjadi representasi penderitaan tokoh utama. Representasi TKW dalam novel tidak sepenuhnya merefleksikan realitas sosial, melainkan menghadirkan konstruksi baru yang menunjukkan adanya kontradiksi antara citra ideal dan realitas pengalaman TKW. Selain itu, dekonstruksi tokoh memperlihatkan ambiguitas karakter Amei, David, dan Joni yang tidak sepenuhnya berada dalam posisi oposisi biner antara baik dan buruk. Temuan ini menegaskan bahwa makna dalam karya sastra bersifat tidak stabil, plural, dan terbuka terhadap berbagai interpretasi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan dekonstruksi mampu mengungkap ketidakpastian makna serta membongkar struktur hierarkis dalam teks sastra sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih kritis terhadap karya.</p>2026-04-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lita Dwi Ariyantihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1545Kesulitan Belajar Sekolah Dasar Dalam Memahami Materi Pelajaran2026-04-28T13:08:43+00:00Ulil Hidayatiulilmpa5@gmail.comAnita Safitri12nita2103@gmail.comSelly HernisaCchaa8872@gmail.com<p>Kesulitan belajar merupakan fenomena yang umum terjadi pada siswa sekolah dasar dan menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencapaian tujuan pembelajaran(Hidayah et al. 2025). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam berbagai bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa dalam memahami materi pelajaran, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengkaji upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dapat dilihat dari rendahnya kemampuan memahami konsep, kesulitan dalam membaca dan menulis, kurangnya kemampuan berpikir kritis, serta lemahnya daya ingat terhadap materi yang telah disampaikan. Faktor penyebab kesulitan belajar terbagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, minat yang kurang terhadap pelajaran, kondisi fisik dan psikologis siswa, serta perbedaan kemampuan intelektual. Sementara itu, faktor eksternal mencakup metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurang menarik, keterbatasan media dan sumber belajar, lingkungan keluarga yang kurang mendukung, serta kondisi lingkungan sekolah yang kurang kondusif. Dampak dari kesulitan belajar tersebut antara lain menurunnya prestasi akademik siswa, rendahnya partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, serta munculnya sikap kurang percaya diri dalam mengikuti proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif, seperti penggunaan metode pembelajaran aktif, media pembelajaran yang menarik, serta pendekatan individual sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, peran guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan optimal siswa. Dengan adanya upaya yang terintegrasi, diharapkan kesulitan belajar siswa dapat diminimalisir sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.</p> <p> </p>2026-04-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ulil Hidayati, Anita Safitri, Selly Hernisahttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1555Pembentukan Karakter Disiplin Santri melalui Program Tahajud dan Zikir di Pondok Pesantren Qur’an Taajul Huffazh 2026-05-02T00:07:56+00:00Adi Hidayatekapascha.suryabayu@gmail.comAliifatus Tsaabitahekapascha.suryabayu@gmail.comZulfani Sesmiarniekapascha.suryabayu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter disiplin santri melalui program tahajud dan zikir di Pondok Pesantren Qur’an Taajul Huffazh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan pembina asrama, ustaz, pengurus pesantren, dan santri sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahajud dan zikir dilaksanakan secara rutin dan terstruktur sehingga mampu membentuk karakter disiplin santri, terutama dalam kedisiplinan waktu, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan ibadah. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pengawasan dan pembiasaan juga membantu santri menjadi lebih tertib dan terbiasa menjalankan kegiatan sesuai aturan pesantren. Dengan demikian, program tahajud dan zikir menjadi salah satu sarana efektif dalam pembentukan karakter disiplin santri di lingkungan pesantren.</p> <p> </p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Adi Hidayat, Aliifatus Tsaabitah, Zulfani Sesmiarnihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1556Pengembangan Materi Ajar Bahasa Inggris Berbasis Nilai-Nilai Keislaman : Islamic Value Based- English for Journalist and Broadcaster2026-05-02T00:08:04+00:00Elfi Elfielfi@uinmybatusangkar.ac.idReni Susantielfi@uinmybatusangkar.ac.id<p>Penelitian ini dimotivasi oleh kebutuhan akan materi Bahasa Inggris yang sesuai berdasarkan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendapatkan informasi mendalam tentang kebutuhan untuk merancang materi Bahasa Inggris berdasarkan nilai-nilai Islam bagi mahasiswa jurnalistik dan penyiaran, (2) untuk merancang materi Bahasa Inggris berdasarkan nilai-nilai Islam bagi mahasiswa jurnalistik dan penyiaran, dan (3) untuk memvalidasi materi Bahasa Inggris berdasarkan nilai-nilai Islam bagi mahasiswa jurnalistik dan penyiaran. Penelitian ini menggunakan R&D dengan menggunakan model ADDIE yang dilakukan dalam tiga fase. Pertama adalah Analisis yang terdiri dari menganalisis kebutuhan materi Bahasa Inggris untuk jurnalis dan penyiar. Kedua adalah Perancangan dan ketiga adalah Fase Pengembangan di mana peneliti merancang model prototipe yang dibangun, dievaluasi. Terakhir adalah validasi ahli di mana para ahli dilibatkan untuk meninjau model guna membantu penyempurnaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif Miles dan Huberman. Responden penelitian ini adalah 40 mahasiswa KPI yang mengambil mata kuliah Bahasa Inggris untuk Jurnalistik dan Penyiaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi Bahasa Inggris untuk jurnalis dan penyiaran sangat dibutuhkan. Sementara itu, dalam fase perancangan dan pengembangan, draf Bahasa Inggris untuk jurnalistik dan penyiaran berbasis konten Islami disusun dengan cermat. Draf ini dirancang menggunakan materi berbasis fungsi, otentik dan semi-otentik, serta memasukkan unsur pembentukan karakter. Terakhir, hasil penilaian ahli menunjukkan bahwa Bahasa Inggris berbasis nilai Islami untuk jurnalis dan penyiaran mendapat nilai 85,21 atau sangat valid. Namun, perlu direvisi dari segi aspek mekanis dan konten. Akhirnya, hasil penilaian ahli untuk video pembelajaran adalah 82,19 (sangat valid).</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Elfi Elfi, Reni Susantihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1557Membangun Budaya Sekolah Islami: Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah di SD Islam Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi2026-05-02T00:08:44+00:00Muhammad Zadrirahmayunisuci13@gmail.comYen Happy Rahmirahmayunisuci13@gmail.comZulfani Sesmiarnirahmayunisuci13@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya budaya sekolah Islami dalam pembentukan karakter peserta didik serta peran strategis kepala sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah serta mendeskripsikan implementasi budaya sekolah Islami di SD Islam Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan kepala sekolah dilakukan melalui pembinaan, pembiasaan, dan kontrol secara sistematis dan berkelanjutan. Implementasi budaya sekolah Islami terlihat dalam kegiatan keagamaan rutin dan perilaku siswa yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam membangun budaya sekolah Islami yang efektif dan berkelanjutan.</p>2026-05-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Zadri, Yen Happy Rahmi, Zulfani Sesmiarnihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1558Dzikir dan Do'a sebagai Psikoterapi Islam dalam Mengatasi Stres2026-05-02T00:09:13+00:00Chairunnisa Chairunnisachairunnisa1215k4@gmail.comKhairunnas Rajabkhairunnasrajab@gmail.com<p>Permasalahan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi telah menjadi tantangan global yang signifikan di era digitalisasi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memetakan efektivitas dzikir dan do’a sebagai instrumen psikoterapi islam dalam mengatasi stres serta mewujudkan kesejahteraan jiwa yang holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif dengan analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan analisis isi (<em>content analysis</em>) dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir dan do’a berfungsi sebagai instrumen relaksasi spiritual yang efektif menenangkan batin dan memberikan rasa aman. Secara fisiologis, praktik ini menstimulasi sistem saraf parasimpatetik dan produksi hormon endorfin yang mampu menurunkan detak jantung serta menghambat sekresi hormon stres seperti kortisol. Integrasi dzikir dan do’a terbukti secara klinis mampu membangun resiliensi psikologis, menumbuhkan optimisme, dan meningkatkan kualitas hidup pada berbagai kelompok, mulai dari remaja dengan tekanan akademik hingga pasien penyakit kronis.</p>2026-05-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Chairunnisa Chairunnisa, Khairunnas Rajabhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1564Analisis Efektivitas Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Samarinda 2026-05-04T01:32:24+00:00Hani Subaktihanisubakti@uwgm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) pada siswa sekolah dasar di Kota Samarinda, dengan fokus pada pelatihan guru sebagai faktor kunci dalam keberhasilan implementasinya. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>quasi-experimental</em> dengan model <em>pretest-posttest non-equivalent group design</em>, melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerapkan <em>deep learning</em> setelah pelatihan guru dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata hasil belajar sebesar 30%, sementara kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan 7.3%. Selain itu, pelatihan guru berperan penting dalam meningkatkan kesiapan mereka dalam menggunakan teknologi ini, dengan 75% guru kelompok eksperimen merasa siap, dibandingkan dengan 40% di kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>deep learning</em> dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, namun memerlukan perhatian pada pelatihan guru dan infrastruktur teknologi untuk implementasi yang lebih luas.</p>2026-05-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hani Subaktihttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1571Sikap Dan Etika Belajar Dalam Psikologi Pendidikan Islam2026-05-12T09:29:30+00:00Mela Desinamela.desina@gmail.comChairunnisa Chairunnisachairunnisa1215k4@gmail.comVivik Shofiahvivik.shofiah@uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep sikap dan etika belajar dalam perspektif psikologi pendidikan Islam secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer berupa kitab-kitab klasik Islam, Al-Qur'an, dan Hadis, serta sumber sekunder berupa buku psikologi pendidikan dan jurnal ilmiah relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis dengan teknik triangulasi sumber untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan etika belajar dalam psikologi pendidikan Islam merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan spiritual. Sikap belajar yang ideal dibangun di atas prinsip niat yang ikhlas, kesungguhan (mujahadah), kesabaran (sabr), dan kerendahan hati (tawadhu). Etika belajar bersumber dari nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis, serta dirumuskan secara sistematis oleh ulama klasik seperti Al-Ghazali dan Az-Zarnuji, yang menekankan pentingnya adab terhadap guru, selektivitas dalam memilih ilmu dan teman, serta pembiasaan nilai-nilai spiritual dalam proses pembelajaran. Faktor internal seperti kondisi fisik, psikologis, dan niat, serta faktor eksternal seperti peran keluarga, guru, dan lingkungan sosial, secara bersama-sama membentuk kualitas sikap dan etika belajar peserta didik. Implementasinya menuntut peran guru sebagai uswatun hasanah, sinergi lingkungan keluarga dan sekolah, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya insan kamil yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan kekokohan spiritual. Integrasi antara prinsip psikologi modern dan nilai-nilai wahyu menjadikan pendidikan Islam mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing di era global.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mela Desina, Chairunnisa, Vivik Shofiahhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1593Islamic Education and Social Transformation: A Sociological Analysis of Faith-Based Education in Indonesia2026-05-16T04:44:18+00:00Nur Khasanahnurkhasanah@iainpekalongan.ac.idAbdul Khobirnur.khasanah@uingusdur.ac.idAchmad Irwan Hamzaniai_hamzani@unikal.ac.idHavis Aravikhavis@stebisigm.ac.id<p>Islamic education in Indonesia operates within a highly plural society and continues to adapt to rapid social change. Despite its traditional roots, <em>pesantren</em> and <em>madrasah</em> remain central to shaping moral formation, communal resilience, and inclusive religious identity. This study examines how Islamic education contributes to social transformation and what socio-theological values emerge from faith-based practice. Using qualitative library research and thematic analysis of recent peer-reviewed literature, the study integrates sociological perspectives with theological insights to interpret how institutions embed Qur’anic–Hadith principles in educational life. Findings show that <em>pesantren</em> safeguard tradition while cultivating moderation, solidarity, and moral literacy, whereas <em>madrasah</em> combine Islamic studies with modern sciences to strengthen critical thinking and civic responsibility. The study’s originality lies in its interdisciplinary socio-theological approach, revealing that spiritual values such as <em>ʿ</em><em>adl</em>, <em>ra</em><em>ḥ</em><em>mah</em>, <em>ukhūwah</em>, and <em>ta</em><em>ʿ</em><em>ā</em><em>wun</em> shape not only personal ethics but also social behavior, interfaith engagement, and ecological consciousness. These insights highlight Islamic education’s capacity to negotiate globalization, technology, and secular pressures without diminishing theological depth. The research implies the need for value-based curricula, leadership development, enhanced digital literacy, and expanded interfaith initiatives to sustain a moderate and future-oriented model of Islamic education.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Khasanah, Abdul Khobir, Achmad Irwan Hamzani, Havis Aravikhttps://ejournal.lapad.id/PJPI/article/view/1534Improving the Professional Competence of Religious College Lecturers: Challenges and Strategies2026-05-18T07:45:34+00:00Urbanus Sukriurbanussukri9@gmail.com<p>Improving the professional competence of lecturers in religious universities, which is a key factor in improving the quality of education, faces various challenges both internally, such as limited resources for professional development, high administrative burdens, and limited access to appropriate technology and training, and externally, including government policies that do not fully support lecturer development and rapid curriculum changes that require lecturers to continue to adapt, thus requiring a development strategy that includes technology-based training programs, improving supporting facilities such as lecturer development centers, and increasing collaboration between religious universities and other educational institutions both domestically and abroad, as well as implementing an academic culture that encourages innovation and collaboration between lecturers to improve the quality of education and the graduates produced.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Urbanus Sukri