https://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/issue/feedJurnal Studi Islam Indonesia (JSII)2026-01-22T14:21:46+00:00Havis AravikJurnal.jssi@lapad.idOpen Journal Systems<p align="justify" data-sider-select-id="5119fece-69e0-4b74-b004-1e03995887c9"><strong data-sider-select-id="8a86cbaf-00a6-42db-9157-7e94975e21f2">Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)</strong> is published twice a year; in June and December, This journal, serves as a forum for Islamic Studies in Indonesia and other parts of the world in a local and global context and supports interdisciplinary studies. It has become a medium of diffusion and the exchange of ideas and research findings.</p> <p align="justify" data-sider-select-id="396dc972-cd07-4d05-b5e2-7e511186e310"><strong data-sider-select-id="c5c74136-d979-431b-988d-104ee6458eb3">Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)</strong> accepts articles written based on research results which meet these following scopes:<strong> Islamic Philosophy,Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science & Civilization in Islam, Islam in local area, Muslim community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Qur'ani and Hadith Studies.</strong> Thus, Indonesian and non-Indonesian scholars are invited to publish articles in this journal.</p> <p align="justify">Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) has been trying all the time to provide highly qualified scientific articles improvements in terms of format, style, and academic quality. It continues to publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. The articles published in the jurnal can be written in Indonesian or English and with a fair peer-review procedure.</p>https://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1076Manhaj Interpretations From Classic To Contemporary2025-12-02T01:39:42+00:00Havis Aravikhavis@stebisigm.ac.idChoiriyah Choiriyahchoi@stebisigm.ac.idFadilla Fadilladila@stebisigm.ac.idDwi Novianidwi.noviani83@yahoo.co.id<p><em>Tafsir of the Qur'an from classical to contemporary periods has developed in the manhaj (method) used to reveal the meaning of revelation. The problem discussed in this research is the difference in manhaj tafsir from classical to contemporary, as well as the influence of changes in methods on understanding of the Qur'an. The purpose of this research is to analyze the development of manhaj tafsir, both tahlili (analytical) and with al-ray (rational) approach, as well as to compare the works of tafsir that reflect each of these methods. The method used in this research is a literature review with an analytical descriptive approach, by examining several works of tafsir such as Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an by al-Thabari, Tafsir al-Qur'an al-Karim by Ibn Katsir, Al-Kasysyaf by Az-Zamakhshari, Tafsir al-Manar by Abduh and Rashid Ridha, as well as contemporary tafsir such as Tafsir Al-Misbah by M. Quraish Shihab. The results show that the change in manhaj tafsir, from the use of history (bi al-ma'tsur) to the rational approach (al-ray), reflects the dynamics of Islamic thought that continues to develop, with different emphasis on social, intellectual, and methodological contexts.</em>.</p>2025-12-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Havis Aravik, Choiriyah Choiriyah, Fadilla Fadilla, Dwi Novianihttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1271Ijma’ Dan Qiyas Sebagai Sumber Hukum Dalam Ekonomi Syariah 2025-12-01T06:48:43+00:00Aisyah Bila Sapitribillaaisyah08@gmail.comVera Chintia Belaverachintiab@gmail.comGustiya Sunartiverachintiab@gmail.com<p>Sumber hukum memiliki peran penting dalam menetapkan aturan yang menjadi pedoman aktivitas manusia, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Dalam Islam, Al-Qur’an dan Hadis merupakan sumber hukum utama yang menjadi landasan kehidupan umat. Seorang Muslim dituntut untuk meneguhkan keimanan kepada Allah SWT serta melaksanakan ajaran agama sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hukum dalam Islam dipahami sebagai penetapan terhadap suatu perkara atau meniadakan sesuatu yang tidak memiliki dasar. Selain Al-Qur’an dan Hadis, terdapat pula sumber hukum lain yang dijadikan pedoman dalam penetapan hukum, yaitu ijma’ dan qiyas. Ijma’ dipahami sebagai kesepakatan para mujtahid atas suatu ketetapan hukum syar’i, sedangkan qiyas merupakan upaya analogi hukum dengan menyamakan suatu peristiwa yang belum ada dalilnya dengan peristiwa lain yang memiliki dasar hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi kepustakaan untuk menelaah peran ijma’ dan qiyas sebagai sumber hukum dalam ekonomi syariah.</p>2025-12-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Aisyah Bila Sapitri, Vera Chintia Bela, Gustiya Sunartihttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1314Konsep Ushul Fiqih dan Perbedaannya dengan Fiqih serta Qawa’id Fiqhiyyah2025-12-01T06:47:13+00:00Anggi Yulita Handayanianggiyulitackp010705@gmail.comAryo Amelwanaryoamelwan4@gmail.com<p>Penelitian ini membahas ushul fiqih serta perbedaannya dengan fiqih dan qawa’id fiqhiyyah, dengan tujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai prinsip, metodologi, serta aplikasi hukum Islam. Ushul fiqih merupakan ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah dasar dan metodologi dalam mengekstraksi hukum syar’i dari sumber-sumbernya, seperti al-Quran, hadits, ijma’, dan qiyas. Fiqih merupakan hasil penerapan prinsip-prinsip ushul fiqih dalam bentuk hukum konkret yang mengatur ibadah, muamalah, dan aspek kehidupan sosial lainnya. Sementara itu, qawa’id fiqhiyyah merupakan kaidah-kaidah umum yang memudahkan penerapan hukum fiqh secara universal dan konsisten. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur pada kitab klasik, jurnal, dan sumber-sumber akademik kontemporer. Analisis dilakukan secara komparatif untuk menegaskan perbedaan dan hubungan fungsional antara ketiganya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ushul fiqh, fiqh, dan qawa’id fiqhiyyah saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Ushul fiqih memberikan landasan metodologis, fiqih menghasilkan produk hukum praktis, dan qawa’id fiqhiyyah memfasilitasi penerapan hukum secara efisien. Pemahaman integral terhadap ketiganya sangat penting dalam menghadapi tantangan kontemporer, seperti pluralitas interpretasi hukum dan dinamika sosial budaya. Kajian ini menegaskan relevansi ushul fiqh sebagai fondasi epistemologis hukum Islam yang adaptif, konsisten, dan aplikatif.</p>2025-12-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Anggi Yulita Handayani, Aryo Amelwanhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1270Tauhid dalam Tafsir Tematik Al-Qur’an sebagai Fondasi Aqidah Islam dan Implikasi Transformatif bagi Kehidupan Umat2025-12-13T01:58:13+00:00Rasyidah Rasyidahali.akbar@uin-suska.ac.idAli Akbarali.akbar@uin-suska.ac.id<p>Tauhid merupakan inti ajaran Islam yang menjadi fondasi akidah dan orientasi hidup seorang muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tauhid dalam tafsir tematik Al-Qur’an serta menyoroti implikasinya bagi transformasi kehidupan umat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan tafsir maudhu’i, mengkaji ayat-ayat tauhid secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tauhid yang benar memperkuat keimanan, membentuk akhlak, dan mendorong perubahan sosial yang konstruktif dalam kehidupan umat Islam.</p>2025-12-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rasyidah Rasyidah, Ali Akbarhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1421Perspektif Psikologi Islam tentang Perilaku Bullying: Analisis Literatur2025-12-29T12:43:08+00:00Rahma Suryanirahmasuryani216@gmail.comJeri Candrajericandrasatriawan@gmail.comKhairunnas Rajabkhairunnasrajab@gmail.comVivik Shofiahvivik.shofiah@uin-suska.ac.id<p>Fenomena bullying saat ini menjadi salah satu bentuk deviasi sosial yang kian marak terjadi, baik di lingkungan pendidikan, pertemanan, maupun media sosial. Perilaku ini tidak hanya merusak hubungan antar individu, tetapi juga mengganggu tatanan kehidupan masyarakat secara luas. Melalui metode penelitian library research, kajian ini menelaah teori-teori psikologi modern seperti teori belajar sosial dan psikoanalisis serta landasan normatif dalam al-qur’an dan hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang disengaja, dilakukan berulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Dalam islam, bullying dipandang sebagai bentuk kezaliman yang bertentangan dengan prinsip akhlak mulia dan larangan merendahkan martabat sesama. Faktor penyebab bullying mencakup karakter individu, pola asuh keluarga, pengaruh media, teman sebaya, serta perbedaan status sosial. Dampaknya meliputi gangguan psikologis, sosial, dan akademik, baik bagi korban maupun pelaku. Pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan, komunikasi keluarga, pembentukan budaya anti-bullying di sekolah, intervensi psikologis seperti Cognitive Behaviour Therapy (CBT), serta kebijakan represif yang tegas. Kajian ini menegaskan pentingnya sinergi pendekatan psikologi dan nilai spiritual Islam dalam membangun strategi komprehensif untuk meminimalisasi praktik bullying.</p>2026-01-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Rahma Suryani, Jeri Candra, Khairunnas Rajab, Vivik Shofiahhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1404Pendekatan Historis Dalam Studi Islam: Kerangka Metodologis dan Urgensinya dalam Konteks Kontemporer2025-12-29T01:35:13+00:00Ahmad Arif Noerismasnoeris@yahoo.comSupriyanto Supriyantomasnoeris@yahoo.com<p>Pendekatan historis merupakan kerangka metodologis penting dalam studi Islam untuk memahami ajaran Islam secara komprehensif melalui konteks ruang dan waktu. Selama ini, kajian Islam cenderung didominasi pendekatan normatif-teologis yang kurang memperhatikan latar sosial dan historis teks keagamaan. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep, urgensi, fungsi, serta tahapan metodologis pendekatan historis dalam studi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan historis mampu menjembatani dimensi normatif dan empiris, serta menghasilkan pemahaman Islam yang kontekstual, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Ahmad Arif Noeris, Supriyanto Supriyantohttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1348Tanggung Jawab Keilmuan Dalam Peradaban Islam Dan Implikasinya Terhadap Hukum Ekonomi Syariah2025-12-13T01:58:04+00:00Siti Ainikaainikaqurrota@gmail.comAimatul Badriyahaimatul885@gmail.comAslam Al Kahfialpiaslam@gmail.comShofil Fikrih_anada@uin-malang.ac.id<p>Penelitian ini berawal dari kenyataan sejarah bahwa kemajuan ilmu dalam peradaban Islam tidak hanya menciptakan kejayaan intelektual, tetapi juga menghasilkan sistem hukum ekonomi syariah yang berlandaskan pada nilai-nilai Ilahiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep tanggung jawab ilmiah, interaksi antara peradaban Islam dan ekonomi syariah, serta dampaknya terhadap praktik ekonomi masa kini. Metode yang diterapkan adalah studi literatur melalui penelusuran karya klasik dan tulisan-tulisan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan wahyu dan rasio pada zaman kejayaan Islam memperkuat asas keadilan, maslahah, dan etika muamalah, sehingga menjadi pondasi yang solid bagi lembaga keuangan syariah saat ini yang responsif terhadap perubahan global</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Siti Ainika, Aimatul Badriyah, Aslam Al Kahfi, Shofil Fikrihttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1352Kegagalan Pelembagaan Negara Muslim Inklusif: Studi Historis-Institusional atas Pemikiran Politik Muhammad Ali Jinnah di Pakistan2025-12-29T01:35:34+00:00Fajrul Falah Al-Azharifajarkanzh@gmail.comAgus Santosoagus.santoso@uinsby.ac.id<p>rtikel ini menganalisis kegagalan pelembagaan visi negara Muslim inklusif Muhammad Ali Jinnah dalam struktur politik Pakistan pada periode 1947–1977. Penelitian ini bertujuan menjelaskan mekanisme institusional yang menyebabkan terjadinya penyimpangan antara visi normatif Jinnah dan praktik kenegaraan Pakistan awal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain analisis historis-institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi militer–birokrasi, sentralisasi kekuasaan, serta konflik pusat–daerah membentuk <em>path dependence</em> politik yang mendorong Pakistan menuju model negara yang semakin eksklusif dan otoritarian</p>2026-01-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Fajrul Falah Al-Azhari, Agus Santosohttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1425Studi Kepustakaan: Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa2026-01-05T14:30:06+00:00Dodi Irawandodiirawantarbiyah_uin@radenfatah.ac.id<p>Pendidikan adalah proses penting yang berperan dalam mengembangkan kreativitas, bakat, dan ide-ide cemerlang untuk masa depan. Motivasi siswa, faktor kunci yang menentukan keberhasilan akademis, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk lingkungan sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai elemen lingkungan sekolah terhadap motivasi siswa melalui tinjauan pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa di sekolah sangat signifikan. Prasarana fisik yang memadai, termasuk ruang kelas yang nyaman dan perpustakaan yang lengkap, serta interaksi yang baik antara siswa dan pendidik, meningkatkan motivasi belajar. Dukungan teman sebaya dan budaya sekolah yang menghargai prestasi akademik dan kerja sama tim juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak-anak</p>2026-01-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Dodi Irawanhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1427The Principles of Sustainable Economics in Islamic Civilization: A Historical Study2026-01-06T13:35:56+00:00Anindya Aryu Inayatianindya.aryu.inayati@uingusdur.ac.idLita Dwi Ariyantilitadwiariyanti@uingusdur.ac.idNurul Ummatun Kamalnuu800@ums.ac.idAfina Fahru Milianaafinafahrumiliana@uingusdur.ac.id<p><em>The green economy program is one of the flagship programs rolled out by the Indonesian government and global countries, in order to realize sustainable world development. The concept of green economy or sustainable economy that prioritizes environmentally friendly economic activities is actually not new in Islamic civilization. This research aims to describe the principles and practices of sustainable economics in Islamic civilization. The method used in this study is a literature method using a historical approach and descriptive data analysis. The results of the study show that the principle of sustainable economy in Islamic civilization is based on the basic principle of muamalah, namely justice and the achievement of maslahah. The sustainable economic practice during the Islamic civilization was carried out by integrating human obligations as khalifatullah fil 'ardh. Islamic economic activities prioritize the protection of animals and the environment, revive dead land, and prioritize the common good. </em></p>2026-01-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Anindya Aryu Inayati, Lita Dwi Ariyanti, Nurul Ummatun Kamal, Afina Fahru Milianahttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1433Corruption as a Deviation from Islamic Economic Values (A Literature Study from a Sharia Ethics Perspective)2026-01-13T14:00:31+00:00Tirta ZaharaniZaharanitirta21@gmail.comDwi Gita Meilanidwigitameilani270506@gmail.comNabila Islami Putri Irawannabilaislamiputriirawan63@gmail.comHavis Aravikhavis@stebisigm.ac.id<p><em>Corruption is a social phenomenon that not only causes material losses but also reflects moral and ethical deviations within the economic system. From the perspective of Islamic economics, corruption is considered a serious violation of Sharia values that uphold justice (‘adl), trustworthiness (amanah), honesty (ṣidq), and public welfare (maṣlaḥah). This study aims to analyze corruption as a deviation from Islamic economic values through the lens of Sharia ethics. The research employs a library-based study by examining primary and secondary sources, including the Qur’an, Hadith, classical Islamic jurisprudence texts, and relevant contemporary academic literature. The findings indicate that corrupt practices fundamentally contradict the core principles of Islamic economics, particularly the prohibitions of ghulul (embezzlement), risywah (bribery), and betrayal of trust (khianat), while also undermining the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī‘ah), especially the protection of wealth (ḥifẓ al-māl) and social justice. From the perspective of Sharia ethics, corruption is not merely a legal violation but represents a moral and spiritual failure of both individuals and institutions. Therefore, combating corruption within an Islamic economic framework requires a comprehensive approach that integrates ethical reinforcement, personal integrity, and institutional reform grounded in Sharia principles..</em><em>.</em></p>2026-01-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Tirta Zaharani, Dwi Gita Meilani, Nabila Islami Putri Irawan, Havis Aravikhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1438Studi Kasus Penerapan Aspek Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis: (Perbandingan Implementasi PERMENDIKBUD NO. 6/2018, PERMENDIKBUDRISTEK NO. 40/2021, dan PERMENDIKDASMEN NO. 7/2025 Terhadap Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah Serta Profesionalisme Kinerja Guru di Provinsi Kalimantan Timur)2026-01-20T09:09:04+00:00Muhammad Amir Masruhimamir.masruhim@fkip.unmul.ac.idWiwik Setiawatiswiwik631@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis dinamika regulasi penugasan guru sebagai kepala sekolah pada periode 2018–2025, dengan fokus pada Permendikbud No. 6/2018, Permendikbudristek No. 40/2021, dan Permendikdasmen No. 7/2025, serta implikasinya bagi kepemimpinan sekolah, profesionalisme, dan kinerja guru di Provinsi Kalimantan Timur. Kajian bertujuan (i) memetakan asumsi ontologis, perangkat epistemologis, dan orientasi aksiologis (O, E, A) yang melekat pada teks kebijakan, serta (ii) merumuskan rancangan penelitian empiris untuk menguji perbedaan dan pengaruh implementasi antarrezim regulasi. Metode tahap awal menggunakan analisis dokumen kebijakan melalui identifikasi unit pasal, pengodean tematik berbasis O, E, A, dan penyusunan matriks pemetaan instrumen kebijakan, diperkuat dengan ilustrasi konteks urban dan rural/terpencil sebagai dasar kontrol variabel konteks. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa secara ontologis regulasi membakukan kriteria kelayakan dan kompetensi yang memposisikan kepala sekolah pada spektrum administrator, pemimpin pembelajaran, dan aktor penjaminan mutu. Secara epistemologis, penekanan pada sertifikat, portofolio, dan laporan memperkuat logika bukti yang dapat diaudit sehingga berpotensi menggeser perhatian dari kualitas praktik kepemimpinan dan pembelajaran yang tidak selalu terdokumentasi. Secara aksiologis, nilai mutu dan akuntabilitas dapat berubah menjadi kontrol administratif bila tidak diimbangi pembinaan dan penguatan kapasitas, terutama pada sekolah dengan keterbatasan akses dan sumber daya. Temuan konseptual merumuskan tiga jalur dampak kebijakan kapasitas, akuntabilitas, dan dukungan sistem yang diperkirakan memengaruhi profesionalisme dan kinerja guru melalui mediasi kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian lanjutan diusulkan menggunakan paradigma post-positivistik dengan survei komparatif cross-sectional, sampling stratified cluster, instrumen Likert bagi kepala sekolah dan guru, verifikasi dokumen, serta wawancara tersemat. Analisis dirancang menggunakan uji perbedaan antar kelompok dan pemodelan pengaruh serta mediasi, dengan opsi SEM-PLS apabila ukuran sampel memadai.</p>2026-01-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Wiwik Setiawati, Muhammad Amir Masruhimhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1439Kearifan Lokal Kalimantan Timur Sebagai Fondasi Filsafat Pendidikan Islam: Integrasi Epistemologi, Ontologi, Aksiologi Untuk Pendidikan Humanis dan Berkelanjutan2026-01-20T09:09:14+00:00Muhammad Amir Masruhimamir.masruhim@fkip.unmul.ac.idSuharmanarmandsuharman75@gmail.com<table width="568"> <tbody> <tr> <td width="398"> <p>Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka filsafat pendidikan Islam berbasis kearifan lokal Kalimantan Timur melalui integrasi epistemologi, ontologi, dan aksiologi (E, O, A). Kajian ini berangkat dari kecenderungan praktik pendidikan yang seragam, sehingga pengetahuan lokal kerap diposisikan sebagai pelengkap dan pembelajaran menjadi kurang kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis konseptual terhadap literatur filsafat pendidikan, pendidikan Islam, pendidikan karakter, serta kajian kearifan lokal. Analisis dilakukan melalui inventarisasi gagasan kunci E, O, A, pemetaan kearifan lokal sebagai sumber pengetahuan, konteks manusia yang dibina, dan orientasi nilai, lalu sintesis menjadi kerangka integratif yang operasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara epistemologis kearifan lokal perlu diakui sebagai pengetahuan yang sah, berdampingan dengan teks keagamaan dan pengetahuan ilmiah, sehingga pembelajaran bergeser dari transfer menuju konstruksi pengetahuan melalui dialog dan refleksi. Secara ontologis peserta didik dipahami sebagai manusia multidimensional yang tumbuh dalam lanskap sosial budaya dan ekologis setempat; karenanya kurikulum dituntut menjadi “cermin kehidupan” melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Secara aksiologis, nilai kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian ekologis diposisikan sebagai inti akhlak dan adab, serta diperluas dalam horizon humanisme dan keberlanjutan. Sintesis menghasilkan model “E, O, A Kalimantan Timur” yang mengoperasionalkan integrasi melalui tema kurikulum lokal, proyek berbasis komunitas, studi kasus, dan evaluasi yang menimbang aspek kognitif sekaligus karakter. Kajian juga mengidentifikasi tantangan implementasi berupa risiko romantisasi budaya, kesiapan pedagogis guru, keterbatasan bahan ajar kontekstual, dan kebutuhan indikator penilaian karakter yang adil. Temuan ini menyediakan pijakan teoretis dan panduan praktis bagi pengembangan kurikulum serta perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang relevan konteks, sekaligus membuka agenda penelitian empiris pada berbagai jenjang pendidikan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-01-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Suharman, Muhammad Amir Masruhimhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1440Peran Pemerintah dan Swasta dalam Pembiayaan Pendidikan: Sebuah Analisis Komparatif2026-01-20T09:09:23+00:00Eka Cahyana Adiekacahyanadi@gmail.comWiwik Setiawatiswiwik631@gmail.comWidyatmike Gede Mulawarmanwidyatmike@fkip.unmul.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji secara deskriptif komparatif peran pemerintah daerah dan sektor swasta dalam pembiayaan pendidikan di Kota Samarinda, dengan menekankan relasi antara struktur pendanaan, prioritas belanja, dan implikasinya bagi akses serta mutu layanan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif komparatif untuk menangkap dinamika pengambilan keputusan dan praktik pembiayaan yang tidak selalu terbaca dari data anggaran semata. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam dengan pejabat pengelola anggaran pendidikan, pengelola sekolah negeri dan swasta, serta pengurus yayasan pendidikan, dan diperkuat oleh observasi pada satuan pendidikan terpilih. Data sekunder berupa dokumen APBD, laporan program, dan kebijakan pembiayaan digunakan untuk memverifikasi informasi dan memperkaya konteks. Analisis dilakukan melalui pengodean, kategorisasi, dan perbandingan tematik antar sektor, dengan triangulasi dan member checking untuk menjaga kredibilitas temuan. Hasil menunjukkan pemerintah tetap menjadi penyangga utama akses pendidikan melalui pembiayaan operasional sekolah negeri dan pemenuhan layanan dasar. Namun, dominasi belanja rutin mempersempit ruang fiskal untuk agenda peningkatan mutu yang menuntut investasi pengembangan, seperti pelatihan guru berkelanjutan, penguatan pembelajaran berbasis teknologi, dan inovasi kurikulum. Sementara itu, sektor swasta berkontribusi pada diversifikasi layanan, percepatan penyediaan fasilitas, serta inovasi program, termasuk pengembangan sekolah dengan layanan unggulan. Kendati demikian, tingginya biaya operasional dan ketergantungan pada pembiayaan partisipatif membatasi jangkauan layanan swasta pada kelompok ekonomi tertentu. Temuan juga menegaskan adanya ketimpangan internal kota antara pusat dan pinggiran serta belum terbangunnya kemitraan publik swasta yang sistemik. Penelitian merekomendasikan penguatan kolaborasi berbasis akuntabilitas melalui beasiswa tepat sasaran, investasi bersama fasilitas dan teknologi, serta insentif regulatif untuk memperluas layanan di wilayah kurang terlayani</p>2026-01-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Wiwik Setiawati, Eka Cahyana Adi, Widyatmike Gede Mulawarmanhttps://ejournal.lapad.id/index.php/jsii/article/view/1443Epistemologi Tafsir Al-Qur'an: Relasi Wahyu, Akal, dan Konteks Sosial2026-01-22T14:21:46+00:00Reski Pratamareski11pratama@gmail.comMuhammad Yahyamuh.yahya@uin-alauddin.ac.idHasyim Haddadehasyim.haddade@uin-alauddin.ac.id<p>Epistemologi tafsir Al-Qur’an secara kritis menelaah bagaimana pengetahuan diperoleh dan divalidasi dalam memahami teks suci. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara wahyu sebagai sumber otoritatif, akal sebagai instrumen rasional, dan konteks sosial sebagai ruang interpretasi dalam tradisi tafsir. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji literatur klasik dan kontemporer dari berbagai mazhab Islam. Hasil menunjukkan bahwa wahyu, akal, dan konteks sosial membentuk dialektika yang saling terkait dalam menghasilkan pemahaman komprehensif terhadap Al-Qur’an. Pendekatan epistemologis integratif ditegaskan sebagai kunci pengembangan tafsir yang responsif terhadap tantangan modernitas tanpa kehilangan autentisitas teks suci.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Reski Pratama, Muhammad Yahya, Hasyim Haddade