Rancangan Dan Evaluasi Penyuluhan Good Agricultural Practice (GAP) Panen Kelapa Sawit Pada Pekebun Di Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai

Authors

  • Dzaki Khoiri Jasir Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Mawar Indah Br. Perangin Angin Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan
  • Yuliana Kansrini Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

DOI:

https://doi.org/10.61930/jebmak.v5i3.2034

Keywords:

penyuluhan pertanian, Good Agricultural Practice, kelapa sawit, tingkat penerimaan, pekebun kelapa sawit

Abstract

Pekebun kelapa sawit di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara menghadapi tantangan dalam penerapan teknik panen sesuai Good Agricultural Practice (GAP), yang berdampak pada rendahnya kualitas Tandan Buah Segar (TBS) dan terbatasnya akses terhadap rantai pasok formal bersertifikasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi efektivitas program penyuluhan GAP panen kelapa sawit ditinjau dari tingkat penerimaan, perubahan pengetahuan, dan sikap pekebun Yang Tergabung Dalam Kelompok Tani. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA) dan desain evaluatif pre-eksperimental dengan 74 responden dari tiga desa (Dolok Sagala, Bajaronggi, dan Partambatan) yang tergabung dalam tujuh kelompok tani di Kecamatan Dolok Masihul. Analisis data menggunakan teknik persentase dengan kriteria interpretasi skor Riduwan (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penyuluhan mencapai tingkat penerimaan keseluruhan sebesar 81,5% (kategori "Menerima"). Tingkat pengetahuan pekebun meningkat dari 45% menjadi 71,6%, melampaui target minimal 60% yang ditetapkan. Sikap pekebun terhadap penerapan GAP panen mencapai 75% dengan kategori "Setuju", melampaui target 60% yang ditetapkan. Kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif pekebun swadaya, sehingga berpotensi mendukung peningkatan kualitas TBS dan integrasi pekebun dalam rantai pasok yang lebih formal dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azwar, S. (2016). Sikap manusia: Teori dan pengukurannya (Ed. ke-2). Pustaka Pelajar.

BPS Kecamatan Dolok Masihul. (2025). Kecamatan Dolok Masihul dalam angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Serdang Bedagai.

Hadinata, W., Setiawan, I., & Nurliza. (2019). Sikap petani dalam menerima materi dan media penyuluhan pertanian di Kelurahan Sengkotek Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda. Jurnal Agribisnis dan Komunikasi Pertanian, 2(1), 45–54.

Kementerian Pertanian RI. (2013). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 131/Permentan/OT.140/12/2013 tentang Pedoman Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) yang Baik. Kementan RI.

Mardikanto, T. (2009). Sistem penyuluhan pertanian. Universitas Sebelas Maret Press.

Nasution, E. W., & Ningsih, T. (2025). Optimalisasi manajemen rantai pasok dalam agribisnis: Studi kasus produksi kelapa sawit di negara berkembang. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 3(1), 23–31. https://doi.org/10.56211/tabela.v3i1.753

Nasution, N. A. S., Ismiasih, I., & Dinarti, S. I. (2023). Tingkat pengetahuan petani kelapa sawit dalam penerapan Good Agricultural Practices (GAP): Sebuah analisis rating scale. JSEP: Journal of Social and Agricultural Economics, 16(1), 41–56. https://doi.org/10.19184/jsep.v16i1.37946

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Padang, W. G., & Hendrita, V. (2024). Analisis penggunaan metode dan media dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian (Studi kasus: Kelompok Tani Sepakat Bersama). Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 9(1), 76–89.

Programa Penyuluhan BPP Kecamatan Dolok Masihul. (2025). Programa Penyuluhan Pertanian Kecamatan Dolok Masihul Tahun 2025. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Dolok Masihul.

Priyotamtama, P. W. (2020). Konsistensi sikap petani terhadap kemampuan mengakses informasi teknologi pertanian di Kabupaten Pacitan. Jurnal TRITON, 11(2), 22–31. https://doi.org/10.47687/jt.v11i2.113

Riduwan. (2015). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Setya, A. S., Wirianata, H., & Astuti, Y. T. M. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan teknik budidaya petani plasma dengan produktivitas kelapa sawit di Desa Lubuk Kembang Sari Kecamatan Ukui. AGROISTA: Jurnal Agroteknologi, 4(2), 20–29. https://doi.org/10.55180/agi.v4i2.185

Trimo, L., & Hidayat, S. (2024). Pengendalian kualitas panen berorientasi Good Agricultural Practices (GAP) pada kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 10(1), 875–883.

Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1999). Penyuluhan pertanian. Kanisius.

Downloads

Published

2026-10-28

How to Cite

Jasir, D. K., Angin, M. I. B. P., & Yuliana Kansrini. (2026). Rancangan Dan Evaluasi Penyuluhan Good Agricultural Practice (GAP) Panen Kelapa Sawit Pada Pekebun Di Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen Dan Akuntansi, 5(3), 1029–1042. https://doi.org/10.61930/jebmak.v5i3.2034