https://ejournal.lapad.id/jurbisman/issue/feedJurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)2026-09-07T07:02:03+00:00Hendrik Donaljurnal.jurbisman@lapad.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) adalah kumpulan jurnal, artikel, ide, konsep, teori dan hasil penelitian dari berbagai bidang yang berkaitan dengan lingkup Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Bisnis, Manajemen Strategi dan Kewirausahaan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Strategi, Manajemen Operasi, Manajemen Perusahaan, Manajemen Pendidikan dan Hukum Bisnis.</p> <p style="text-align: justify;"><br /><strong>Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) </strong>diterbitkan oleh Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv dengan periode penerbitan 4 (empat) kali dalam setahun yaitu Bulan Maret, Juni, September dan Desember. Tujuan dari Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) adalah untuk memfasilitasi para Ilmuwan, Peneliti maupun Praktisi agar dapat menyebar luaskan hasil penelitian yang mengedepankan kebaruan yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dibidang manajemen dan bisnis. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.</p>https://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1840Evolusi Ekosistem Smart Tourism dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif: Pendekatan Systematic Literature Review2026-08-01T11:54:54+00:00Dwi HanadyaHanadya.dwi@gmail.comDedi Hendarwandehenewjour@gmail.comGhazali Ghazalikghazali.dosen@prasetiyamandiri.ac.id<p>Kemajuan teknologi digital yang pesat telah mengubah sektor pariwisata dari pengelolaan destinasi konvensional menjadi ekosistem pariwisata pintar yang terintegrasi. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan layanan pariwisata dan pengalaman pengunjung, tetapi juga menciptakan peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui kolaborasi pemangku kepentingan dan inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evolusi ekosistem pariwisata pintar dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Tinjauan ini mengikuti pedoman PRISMA untuk mengidentifikasi, menyaring, mengevaluasi, dan mensintesis publikasi ilmiah yang relevan tentang pariwisata pintar, teknologi digital, dan pembangunan ekonomi inklusif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsep pariwisata pintar telah berkembang dari aplikasi berorientasi teknologi menjadi ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, bisnis pariwisata, masyarakat lokal, penyedia teknologi, akademisi, dan wisatawan. Selain itu, teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, dan Blockchain telah menjadi pendorong utama inovasi, integrasi layanan, dan daya saing destinasi. Namun, literatur juga mengungkapkan bahwa studi yang membahas hubungan antara ekosistem pariwisata pintar dan pertumbuhan ekonomi inklusif tetap terbatas. Studi ini mengusulkan kerangka konseptual yang menekankan kolaborasi pemangku kepentingan dan inovasi digital sebagai mekanisme utama untuk mempromosikan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.</p>2026-08-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dwi Hanadya, Dedi Hendarwan, Ghazali Ghazalihttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1805Pengaruh Tingkat Kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Timur2026-08-01T11:54:14+00:00Salsya Dwikasalsyadwik4@gmail.comImrona Hayatiimronahayati@gmail.comDedi Armandediarman468@gmail.com<p>Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan daerah. Namun, peningkatan kualitas pembangunan manusia dan penurunan tingkat kemiskinan belum selalu diikuti oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi secara merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi pada 10 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) setelah melalui pengujian pemilihan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (p = 0,2929), sedangkan IPM berpengaruh positif dan signifikan (p < 0,001). Secara simultan, tingkat kemiskinan dan IPM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien determinasi sebesar 47,43%. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan, kesehatan, dan standar hidup memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dibandingkan penurunan tingkat kemiskinan. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan daerah perlu diarahkan pada penguatan investasi di bidang pembangunan manusia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</p>2026-08-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Salsya Dwika, Imrona Hayati, Dedi Armanhttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1806Penerapan Prinsip Wakalah Bil Ujrah pada Pembayaran KRS Melalui Tokopedia: Perspektif Fiqh Muamalah2026-08-01T11:54:25+00:00Elga Putri Asrielgaputriasri1207@gmail.comRamdanil Mubarokdanil.education@gmail.comJamila JamilaOgiebarru87@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi sistem pembayaran pada berbagai sektor, termasuk layanan administrasi pendidikan tinggi. Salah satu bentuk implementasinya adalah pembayaran Kartu Rencana Studi (KRS) melalui platform digital Tokopedia. Meskipun memberikan kemudahan dan efisiensi, mekanisme tersebut perlu dikaji dari perspektif hukum ekonomi syariah, khususnya terkait penerapan prinsip wakalah bil ujrah. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pembayaran KRS melalui Tokopedia, mengidentifikasi penerapan prinsip wakalah bil ujrah dalam transaksi tersebut, serta menilai kesesuaiannya berdasarkan perspektif fiqh muamalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di STAI Sangatta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap sepuluh mahasiswa program weekend, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran KRS melalui Tokopedia dilaksanakan melalui tahapan pembuatan tagihan pada Sistem Informasi Akademik, input kode pembayaran, pemilihan metode pembayaran, dan konfirmasi transaksi secara digital. Mekanisme tersebut memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan efisiensi bagi mahasiswa. Dari perspektif fiqh muamalah, transaksi telah memenuhi unsur-unsur wakalah bil ujrah karena terdapat pemberi kuasa (muwakkil), penerima kuasa (wakil), objek yang diwakilkan, serta imbalan jasa yang disepakati secara transparan. Dengan demikian, praktik pembayaran KRS melalui Tokopedia dapat dinilai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah selama memenuhi asas amanah, kejelasan akad, dan transparansi biaya.</p>2026-08-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Elga Putri Asri, Ramdanil Mubarok, Jamila Jamilahttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1886Analisis Kapasitas Parking Stand Pada Jam Sibuk Di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya2026-08-01T11:55:35+00:00Anisa Anastasyaanastasyaanisa16@gmail.comSundoro Sundorosundoro@ppicurug.ac.idNunuk Praptiningsihnunuk.praptiningsih@ppicurug.ac.id<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kapasitas penggunaan <em>Parking Stand </em>di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya pada jam sibuk, mengevaluasi kesesuaian fasilitas yang tersedia dengan kebutuhan. Latar belakang penelitian adalah tingginya intensitas pergerakan pesawat yang sering memicu konflik penggunaan <em>stand</em>, tercatat beberapa insiden pesawat tidak memperoleh <em>Parking Stand </em>sesuai alokasi awal akibat adanya keterlambatan pada pesawat lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan melakukan perhitungan berdasarkan data aktual pergerakan pesawat selama Oktober hingga Desember 2025. Analisis data mencakup perhitungan kapasitas harian, identifikasi jam sibuk, dan pengukuran tingkat okupansi. Hasil penelitian Terminal 2 memiliki 9 <em>Parking Stand </em>dengan kapasitas teoritis harian mencapai 60,3 pesawat per hari. Berdasarkan data pergerakan penggunaan <em>stand</em> harian adalah 17,38 pesawat dengan okupansi rata - rata sebesar 28,82%. Jam sibuk secara konsisten terjadi pada pukul 09.00 - 10.00 WIB dengan tingkat okupansi mencapai 66,7%. Kesimpulan dari penelitian ini kapasitas <em>Parking Stand </em>di Terminal 2 masih mencukupi karena nilai okupansi masih di bawah ambang batas 85%. Namun, penggunaan pada jam sibuk yang mencapai 66,7% sudah mendekati ambang batas optimal (70%). Peneliti menyarankan optimalisasi alokasi <em>stand</em> dan pengendalian <em>turnaround time</em> yang lebih ketat pada jam sibuk.</p>2026-08-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Anisa Anastasya, Sundoro Sundoro, Nunuk Praptiningsihhttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1876Pengaruh Ketersediaan Fasilitas Informasi Visual terhadap Kelancaran Pergerakan Penumpang Internasional di Bandar Udara Internasional Yogyakarta2026-08-01T11:55:22+00:00Wina Hera Watiwinahera18@gmail.comUbaedillah Ubaedillahubaedillah@ppicurug.ac.idLina Rosmayantiubaedillah@ppicurug.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan fasilitas informasi visual terhadap kelancaran pergerakan penumpang internasional di Bandar Udara Internasional Yogyakarta, dimana jalur keberangkatan domestik dan internasional masih terintegrasi hingga area transisi ruang tunggu di SCP LAG's. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 83 penumpang internasional, yang ditentukan berdasarkan teori Roscoe dan teknik purposive sampling, kemudian diolah menggunakan SPSS 26. Instrumen penelitian terdiri atas dua belas indikator ketersediaan fasilitas informasi visual dan dua belas indikator kelancaran pergerakan penumpang, yang keduanya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara ketersediaan fasilitas informasi visual terhadap kelancaran pergerakan penumpang, dengan persamaan regresi Y = 9,516 + 0,673X, koefisien korelasi Pearson sebesar 0,834 (kategori sangat kuat), nilai t hitung 5,774 lebih besar dari t tabel 1,664, serta koefisien determinasi sebesar 0,696 yang menunjukkan bahwa fasilitas informasi visual menjelaskan 69,6% variasi kelancaran pergerakan penumpang. Temuan ini menegaskan bahwa fasilitas informasi visual yang jelas, konsisten, dan tertata dengan baik sangat penting untuk mendukung navigasi mandiri penumpang pada titik-titik kritis terminal.</p>2026-08-07T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wina Hera Wati, Ubaedillah Ubaedillah, Lina Rosmayantihttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1860Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Kepuasan Masyarakat Sebagai Variabel Intervening Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas2026-08-01T11:55:07+00:00Bella Dwi Saperabelladsapera@gmail.comSuwarno Suwarnobelladsapera@gmail.comHardi Mulyonobelladsapera@gmail.comApandi Apandibelladsapera@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM terhadap Kinerja Pegawai dengan Kepuasan Masyarakat sebagai variabel intervening pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih ditemukannya kendala dalam penerapan keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), pengembangan SDM, dan pelayanan kepada masyarakat yang berpotensi memengaruhi kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi dan wawancara, data dikumpulkan dari 46 responden pegawai menggunakan penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dan Strategi Manajemen SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan masyarakat juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan penerapan K3 dan pengelolaan SDM yang efektif dapat mendukung peningkatan kinerja pegawai serta kualitas pelayanan publik pada BPBD Kabupaten Musi Rawas.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bella Dwi Sapera, Suwarno Suwarno, Hardi Mulyono, Apandi Apandihttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1802Pendekatan Struktural Dalam Manajemen Konflik (Studi Literatur)2026-08-01T11:54:02+00:00Mila Hulkiahmilahulkiah@gmail.comWinarti Syaharuddinwinartisyaharuddin2@gmail.comRahmat Zulfikarrachmad.zulfiqar24@gmail.comSiradjuddin Siradjuddinsiradjuddin@uin-alauddin.ac.id<p>Studi ini mengkaji konflik melalui pendekatan struktural dengan mengeksplorasi teori konflik, sistem sosial, analisis jaringan, dan resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didasarkan pada tinjauan pustaka terhadap teori-teori relevan dan studi-studi terdahulu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh ketimpangan struktural, perbedaan kepentingan, kelemahan institusi politik dan sosial, serta interaksi antaraktor dalam jaringan sosial. Konflik terjadi pada tingkat mikro, meso, dan makro, di mana hubungan antara individu, kelompok, dan institusi memengaruhi perkembangannya. Meskipun konflik dapat menimbulkan ketegangan sosial, konflik juga dapat memperkuat solidaritas sosial, mendorong reformasi kelembagaan, dan memajukan perubahan sosial yang positif. Pendekatan struktural terhadap resolusi konflik menekankan pada penanganan akar penyebab konflik melalui keadilan sosial, penguatan kelembagaan, dan mekanisme pengelolaan konflik yang berkelanjutan. Oleh karena itu, konflik tidak hanya harus dipahami sebagai masalah sosial, tetapi juga sebagai peluang untuk memperbaiki sistem sosial dan mewujudkan masyarakat yang lebih adil, stabil, dan berkelanjutan.</p>2026-08-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mila Hulkiah, Winarti Syaharuddin, Rahmat Zulfikar, Siradjuddin Siradjuddinhttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1900Pengaruh Motivasi Kerja Dan Pelatihan Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Komitmen Organisasi 2026-08-15T02:54:24+00:00Ardo Ardoardosaputra484@gmail.comFitri Yenifitri_yeni@upiyptk.ac.idOlandari Mulyadiolandarimulyadi@upiyptk.ac.id<p>Kepuasan kerja karyawan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja organisasi serta keberlangsungan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan pelatihan karyawan terhadap kepuasan kerja melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada PT Incasi Raya Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah karyawan PT Incasi Raya dengan responden yang ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel yang telah ditetapkan peneliti. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta komitmen organisasi. Pelatihan karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja maupun komitmen organisasi. Selain itu, komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta mampu memediasi pengaruh motivasi kerja dan pelatihan karyawan terhadap kepuasan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi kerja dan pelaksanaan program pelatihan yang efektif dapat memperkuat komitmen organisasi sehingga berdampak pada meningkatnya kepuasan kerja karyawan.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ardo Ardo, Fitri Yeni, Olandari Mulyadihttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1935Penerapan Metode Edutainment Untuk Menarik Minat Belajar Anak Terhadap Kegiatan Belajar di RA Plus JA-Alhaq Kota Bengkulu2026-08-18T02:13:13+00:00Selmi Purnama Sariselmipurnamasari21@gmail.comIrwan Satriasatriairwan1974@gmail.comAhmad Syarifinahmadsyarifin@mail.uinfasbengkulu.ac.id<p>Ketertarikan anak dalam kegiatan belajar merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran anak usia dini, karena minat yang tinggi mendorong anak untuk lebih aktif, fokus, dan antusias mengikuti kegiatan. Kenyataannya, ketertarikan anak dalam kegiatan belajar di RA Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu masih tergolong rendah akibat kegiatan yang cenderung monoton dan kurang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode edutainment dalam menarik minat belajar anak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan kepala sekolah RA Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode edutainment diterapkan melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu kegiatan pembuka (bernyanyi dan tepuk semangat), kegiatan inti (permainan, bercerita, dan penggunaan media pembelajaran), serta kegiatan penutup (tanya jawab dan bernyanyi bersama). Penerapan metode ini terbukti mampu meningkatkan keaktifan, semangat, dan partisipasi anak. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, dukungan kepala sekolah, dan penggunaan media pembelajaran, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan media, perbedaan karakter anak, dan rentang fokus anak usia dini yang masih terbatas. Dapat disimpulkan bahwa metode edutainment efektif digunakan untuk menumbuhkan minat belajar anak usia dini apabila diterapkan secara konsisten dan didukung oleh kreativitas guru serta lingkungan sekolah yang kondusif.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Selmi Purnama Sari, Irwan Satria, Ahmad Syarifinhttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1934Penerapan Metode Edutainment Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini di TK Satu Atap SDN 03 Muara Pinang2026-08-18T02:13:40+00:00Putri Intan Rahayuputriintan7722@gmail.comAsiyah Asiyahasiyah@mail.uinfasbengkulu.ac.idAbdul Aziz Bin Mustamin abdulazizm@mail.uinfasbengkulu.ac.id<p>Metode edutainment merupakan metode pembelajaran yang memadukan unsur pendidikan dan hiburan sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini. Dalam proses pembelajaran, minat belajar anak menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, namun pada kenyataannya masih terdapat anak yang kurang fokus, mudah bosan, dan kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode edutainment dalam meningkatkan minat belajar anak usia dini di TK Satu Atap SDN 03 Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode edutainment dilakukan melalui kegiatan belajar sambil bermain, bernyanyi, bercerita, dan penggunaan media pembelajaran yang menarik. Sebelum diterapkannya metode edutainment, minat belajar anak terlihat masih rendah, anak mudah bosan, kurang aktif, dan kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran. Namun setelah diterapkannya metode edutainment, minat belajar anak mengalami peningkatan yang terlihat dari antusiasme, perhatian, keaktifan, dan semangat anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Faktor pendukung dalam penerapan metode edutainment yaitu kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran, penggunaan media pembelajaran yang menarik, dan suasana belajar yang menyenangkan. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya variasi metode pembelajaran, serta kondisi kelas yang kurang kondusif. Dengan demikian, penerapan metode edutainment mampu meningkatkan minat belajar anak usia dini di TK Satu Atap SDN 03 Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang.</p>2026-08-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Intan Rahayu, Asiyah Asiyah, Abdul Aziz Bin Mustamin https://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1936Pengaruh Kolase Edukatif Tiga Dimensi Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Kelompok B TK IT Al-Qiswah Kota Bengkulu2026-08-18T02:12:49+00:00Dwi Kurniatidwikrnti00@gmail.comIrwan Satriasatriairwan1974@gmail.comAhmad Syarifinahmadsyarifin@mail.uinfasbengkulu.ac.i<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan motorik halus anak usia dini, khususnya dalam kegiatan yang melibatkan koordinasi otot-otot kecil seperti menggunting dan menempel. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menstimulasi kemampuan tersebut adalah melalui penerapan strategi kolase edukatif tiga dimensi pada sentra seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kolase edukatif tiga dimensi terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini kelompok B di TK IT Al-Qiswah Kota Bengkulu tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi experimental design. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 22 anak, ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi hasil belajar kolase yang terdiri atas 9 instrumen valid. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar kolase edukatif sebelum dan sesudah perlakuan, dengan rata-rata pretest 64,90 (kategori Mulai Berkembang) meningkat menjadi 75,90 (kategori Berkembang Sesuai Harapan) pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi kolase edukatif tiga dimensi berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini kelompok B TK IT Al-Qiswah Kota Bengkulu.</p>2026-08-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dwi Kurniati, Irwan Satria, Ahmad Syarifinhttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1931Peran Posyandu Terhadap Kesadaran Orang Tua Tentang Kesehatan Anak Usia Dini Di Desa Air Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu2026-08-18T02:20:51+00:00Mhonalisa Amandamonalisaseluma@gmail.comIrawan Satriasatriairwan1974@gmail.comAhmad Syarifinahmadsyarifin@gmail.uinfasbengkulu.ac.id<p>Hasil pencapaian kopetensi partisipasi kehadiran orang tua pada kegiatan posyandu masih tergolong rendah karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan orang tua tentang kesehatan anak usia dini. Salah satu cara yang digunakan para kader dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran orang tua dengan mengadakan program-program, strategi serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran posyandu dalam meningkatkan kesadaran orang tua tentang kesehatan anak usia dini di Desa Air Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.</p> <p> Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan terdapat tujuh program pada kegiatan posyandu Tanjung Bunga Desa Air Periukan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yang meliputi penyuluhan kesehatan anak usia dini, edukasi gizi dan pola makan sehat, edukasi imunisasi dan pencegahan penyakit, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi tumbuh kembang anak, edukasi perawatan kesehatan dasar anak, dan edukasi keluarga berencana (KB) dan pola asuh. Terdapat pula enam strategi posyandu Tanjung Bunga meliputi pelaksanaan penyuluhan secara rutin dan terstruktur, pendekatan individual melalui kunjungan rumah, penerapan metode demontrasi atau praktik langsung, pemanfaatan media edukasi sebagai alat bantu, kerja sama dengan tenaga kesehatan, dan pelaksanan motoring dan evaluasi secara bersekala. Serta saat terdapat juga enam faktor pendukung dan dua hambatan peran posyandu Tanjung Bunga untuk meningkatkan kesadaran orang tua tentang kesehatan anak usia dini, enam faktor pendukung meliputi adanya dukungan dari tenaga kesehatan, keaktifan kader posyandu, ketersediaan faselitas pendukung, dukungan kebijakan dan perogram pemerintah, tingginya partisipasi orang tua, pelaksanan penyuluhan yang berkesinambungan dan ada pula dua hambatan meliputi rendahnya tingkat pengetahuan orang tua dan kurangnya partisipasi orang tua dalam kegiatan posyandu. dengan demikian dapat disimpulkan Bahwa peran posyandu ternyata selain sebagai lembaga layanan kesehatan juga sebagai tempat lembaga edukasi untuk meningkatakan kesadaran orang tua tentang kesehatan anak usia dini.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mhonalisa Amanda, Irawan Satria, Ahmad Syarifinhttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1932Penerapan Program Tiga Bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris, Dan Arab) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Di RA Plus JA-Alhaq Kota Bengkulu2026-08-18T02:16:24+00:00Egi Widia Zafitriewidia003@gmail.comAsiyah Asiyahasiyah@mail.uinfasbengkulu.ac.idAbdul Aziz Bin Mustaminabdulazizm@mail.uinfasbengkulu.ac.id<p>Kemampuan berbahasa penting dikembangkan sejak dini karena membantu anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi, serta berfungsi sebagai alat komunikasi, interaksi sosial, dan pendukung perkembangan kognitif, sehingga perlu distimulasi melalui pembelajaran yang tepat dan sesuai sifat anak. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penerapan program tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab) dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak di RA Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu, strategi guru dalam pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambatnya, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan wali kelas B1, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, program tiga bahasa diterapkan secara terintegrasi dalam kegiatan penghafalan kosakata, melalui pembiasaan sederhana seperti bernyanyi, bermain, bercerita, percakapan ringan, serta penggunaan kosakata dasar kepada anak. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa utama, Bahasa Inggris dikenalkan melalui kosakata sederhana dan lagu, sedangkan Bahasa Arab melalui doa harian, salam, hafalan, dan kosakata Islami, dengan strategi pembelajaran berupa bernyanyi, bermain, bercerita, pembiasaan, serta penggunaan media visual yang menarik. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, kreativitas guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta antusiasme anak, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan media pembelajaran, kemampuan guru yang belum merata, dan perbedaan kemampuan bahasa anak. Dari hasil tersebut, penerapan program tiga bahasa dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak, memperkaya kosakata, serta melatih keberanian berkomunikasi sejak usia dini.</p>2026-08-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Egi Widia Zafitri, Asiyah Asiyah, Abdul Aziz Bin Mustaminhttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1951Pengaruh Harga dan Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Kopi Kenangan Kelapa Dua Depok2026-09-01T09:28:36+00:00Seftia Ayu Saputriseftiaayusaputri49@gmail.comEigis Yani Pramularsoeigis.eyp@bsi.ac.id<p>Penelitian ini dilakukan guna menguji pengaruh harga dan <em>store atmosphere</em> terhadap keputusan pembelian konsumen pada Kopi Kenangan Kelapa Dua Depok, baik secara individual maupun bersamaan. Riset ini menerapkan metode kuantitatif berbasis analisis statistik. Sebanyak 100 responden ditetapkan sebagai sampel memakai perhitungan rumus Slovin. Pengumpulan data dijalankan lewat pembagian kuesioner yang kemudian dianalisis memakai perangkat lunak IBM SPSS versi 26. Prosedur olah data mencakup pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, hingga uji hipotesis (uji t dan uji F). Temuan studi mengindikasikan bahwasanya variabel harga secara parsial berdampak positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian t hitung 9,971 > t tabel 1,984. Demikian pula dengan store atmosphere yang terbukti memberi pengaruh positif serta signifikan t hitung 6,613 > t tabel 1,984. Secara serentak, kombinasi harga dan store atmosphere berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian F hitung 55,820 > F tabel 3,090. Adapun nilai koefisien determinasi R2 sebesar 52,5% memperlihatkan bahwasanya keberagaman keputusan pembelian bisa diterangkan oleh kedua variabel tersebut, sementara 47,5% sisa varians dipengaruhi faktor luar yang tidak diteliti.</p>2026-09-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Seftia Ayu Saputri, Eigis Yani Pramularsohttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1797Pengaruh Work Life Balance dan Manajemen Talenta terhadap Kinerja Karyawan dengan Employee Engagement sebagai Variabel Mediasi pada PT. Jaya Abadi Kontrindo Kota Lubuklinggau2026-08-01T11:53:51+00:00Sintia Junia Sarisintiajuniasari77@gmail.comHardi Mulyonohardi_mulyono@univbinainsan.ac.idSuyadi Suyadisuyadi@univbinainsan.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance dan manajemen talenta terhadap kinerja karyawan dengan employee engagement sebagai variabel mediasi pada PT. Jaya Abadi Kontrindo Kota Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada pihak karyawan PT. Jaya Abadi Kontrindo Kota Lubuklinggau yang berjumlah 33 responden. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Sqquares (PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai T-statistics sebesar 3,528, dan P-values sebesar 0,000. Sebaliknya, manajemen talenta tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai T-statistics sebesar 0,825, dan P-values sebesar 0,410. Variabel employee engagement terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai T-statistics sebesar 2,560, dan P-values sebesar 0,011. Selain itu, work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement dengan nilai T-statistics sebesar 3,507, dan P-values sebesar 0,000, sedangkan manajemen talenta juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement dengan nilai T-statistics sebesar 3,752, dan P-values sebesar 0,000. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa employee engagement tidak memediasi secara signifikan pengaruh work life balance terhadap kinerja karyawan T-statistics sebesar 1,746, dan P-values sebesar 0,081. Sebaliknya, employee engagement mampu memediasi secara signifikan pengaruh manajemen talenta terhadap kinerja karyawan T-statistics sebesar 2,267, dan P-values sebesar 0,024. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih dipengaruhi secara langsung oleh work life balance dan secara tidak langsung oleh manajemen talenta melalui employee engagement.</p>2026-09-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sintia Junia Sari, Hardi Mulyono, Suyadi Suyadihttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1963Pengaruh Live Streaming Dan Affiliate Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Produk Di TikTok Shop2026-09-07T07:02:03+00:00Nur Utaminuruutami12@gmail.comMuadz Muadzmuadzsyarif@darunnajah.ac.idMawaddatul Ulyamawaddatululya@darunnajah.ac.id<p>Pertumbuhan pesat social commerce di Indonesia menjadikan TikTok Shop sebagai salah satu platform belanja daring dengan Gross Merchandise Value terbesar kedua di dunia, yang didorong oleh dua fitur utamanya, yaitu live streaming dan affiliate marketing. Namun, tingginya angka pengaduan konsumen terkait ketidaksesuaian produk mengindikasikan adanya kesenjangan antara presentasi produk melalui kedua fitur tersebut dan realitas yang diterima konsumen, sementara penelitian terdahulu juga menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai pengaruh keduanya terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh live streaming dan affiliate marketing terhadap keputusan pembelian produk di TikTok Shop, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei terhadap 400 responden pengguna TikTok di Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, affiliate marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dan secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan kontribusi sebesar 64,1 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa interaksi langsung dalam siaran live dan rekomendasi dari afiliator yang kredibel sama-sama berperan penting dalam mendorong keputusan pembelian konsumen di TikTok Shop.</p>2026-09-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Utami, Muadz Muadz, Mawaddatul Ulyahttps://ejournal.lapad.id/jurbisman/article/view/1962Hubungan Jam Kerja Berlebih, Kinerja, dan Hasil Kerja Karyawan; Studi Systematic Literature Review2026-09-07T07:01:52+00:00RA Rodia Fitri Indrianiradenrasyah@yahoo.comMarsinah Marsinahmarsinah335@gmail.comHatidah Hatidahhatidah.3719@gmail.comMuhammad Bambang Purwantombambangpurwanto@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan <em>overtime</em> atau jam kerja berlebih dengan produktivitas, kinerja, dan hasil kerja karyawan. Penelitian menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Literatur dikaji berdasarkan penelitian mengenai <em>overtime</em>, jam kerja panjang, produktivitas, kinerja, dan hasil kerja karyawan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hubungan <em>overtime</em> dengan produktivitas bersifat kompleks dan kondisional. Dalam jangka pendek, <em>overtime</em> dapat meningkatkan produktivitas melalui tambahan waktu dan usaha sehingga memungkinkan karyawan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dan mencapai target organisasi. Namun, <em>overtime</em> yang berlangsung terlalu lama atau dilakukan secara berulang dapat memicu kelelahan, berkurangnya waktu pemulihan, gangguan tidur, stres, dan konflik kehidupan kerja yang selanjutnya menurunkan kinerja dan kualitas hasil kerja. Temuan juga menunjukkan bahwa dampak <em>overtime</em> dipengaruhi oleh durasi dan intensitas lembur, sifat sukarela atau wajib, otonomi kerja, dukungan organisasi, beban kerja, <em>work-life balance</em>, dan kesempatan pemulihan. Dengan demikian, <em>overtime</em> menunjukkan <em>double-edged effect,</em> sehingga pengelolaannya perlu mempertimbangkan keseimbangan antara tambahan usaha dan pemulihan sumber daya karyawan.</p>2026-09-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 RA Rodia Fitri Indriani, Marsinah Marsinah, Hatidah Hatidah, Muhammad Bambang Purwanto