Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa PGMI Berdasarkan Tingkat Kesulitan Soal
DOI:
https://doi.org/10.61930/pjpi.v4i2.1815Kata Kunci:
Kemampuan Pemecahan , Masalah Matematis, Pembelajaran Matematika, PGMIAbstrak
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa PGMI sebagai calon guru sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek 35 mahasiswa semester IV Program Studi PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata persentase sebesar 72,46%. Kemampuan memahami masalah berada pada kategori sangat tinggi (84,29%), sedangkan kemampuan menyusun rencana (77,14%) dan melaksanakan rencana penyelesaian (72,38%) berada pada kategori tinggi. Adapun kemampuan memeriksa kembali hasil penyelesaian masih berada pada kategori sedang (56,19%). Temuan ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas refleksi dan evaluasi agar kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa berkembang secara optimal.
Unduhan
Telah diserahkan
diterima
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sri Wahyu Neka

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License










