Peningkatan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Karakter WASAKA melalui Model Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Time Token
DOI:
https://doi.org/10.61930/pjpi.v4i2.1885Kata Kunci:
Berpikir kritis, komunikasi, karakter WASAKA, PRIME, IPASAbstrak
Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas murid, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, karakter WASAKA (kerja keras), dan hasil belajar IPAS melalui model PRIME yang mengintegrasikan Problem Based Learning, Think Pair Share, dan Time Token. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 12 murid. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru meningkat hingga mencapai kriteria Sangat Baik. Aktivitas murid meningkat dari 42% menjadi 80% dengan kriteria Sangat Aktif. Kemampuan berpikir kritis mencapai 80% dengan kriteria Sangat Kritis, kemampuan komunikasi meningkat hingga kategori Sangat Terampil, dan karakter WASAKA mencapai indikator keberhasilan secara klasikal. Peningkatan tersebut berdampak pada ketuntasan hasil belajar aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, model PRIME efektif meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Unduhan
Telah diserahkan
diterima
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Herdayanti, Muhsinah Annisa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License










