Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Et-Smart Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik

Penulis

  • Para Mitta Purbosari Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia
  • Desti Shinta Kurniawati Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, Indonesia
  • Kartika Purwitasari SD Negeri Mojorejo 2, Sukoharjo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61930/pjpi.v4i2.1953

Kata Kunci:

Problem Based Learning, media Et-SMART, keterampilan sosial, sekolah dasar

Abstrak

Keterampilan sosial peserta didik kelas VI SD Negeri Mojorejo 02 masih tergolong rendah, terutama pada aspek komunikasi dan partisipasi aktif yang masing-masing baru mencapai 45%. Peningkatan keterampilan sosial peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Et-SMART merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Metode yang diterapkan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengarah pada pola spiral Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam tiga siklus yang terdiri perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri Mojorejo 02. Proses pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi, lalu diamati dengan cara kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Penelitian ini memperoleh hasil peningkatan rata-rata keterampilan sosial secara bertahap, dari 56% pada pra-siklus menjadi 70% pada Siklus I, 80% pada Siklus II, dan 91% pada Siklus III. Berdasarkan hasil yang didapat, disimpulkan jika model Problem Based Learning dengan media Et-SMART bisa meningkatkan keterampilan sosial peserta didik.

Telah diserahkan

2026-08-30

diterima

2026-08-31

Diterbitkan

2026-08-31

Cara Mengutip

Purbosari, P. M., Kurniawati, D. S., & Purwitasari, K. (2026). Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Et-Smart Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), 4(2), 1285–1302. https://doi.org/10.61930/pjpi.v4i2.1953