Peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar Dalam Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya

Penulis

  • Reski Ramadani Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia
  • Rahma Pratama Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia
  • M. Ilham Gilang Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61930/pjpi.v4i2.1957

Kata Kunci:

PT. PNM, Mekar, Perempuan, Masyarakat

Abstrak

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan keterbatasan akses permodalan formal dan rendahnya kemandirian ekonomi kaum perempuan di Desa Nanjungan akibat tingginya keterikatan pada kegiatan domestik. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar dalam pemberdayaan perempuan masyarakat prasejahtera. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yang melibatkan informan kunci seperti pendamping PNM, ketua kelompok, nasabah perempuan pelaku usaha mikro, dan aparatur desa. Temuan utama menunjukkan bahwa PNM Mekaar berperan secara signifikan melalui pemberian modal tanpa agunan, pendampingan rutin, serta penyelenggaraan pertemuan kelompok. Pelaksanaan program ini didukung oleh kemudahan akses administratif dan motivasi keluarga, namun masih terhambat oleh fluktuasi pendapatan usaha, rendahnya literasi pengelolaan keuangan, serta beban peran ganda. Kesimpulannya, program PNM Mekaar terbukti efektif dalam memberdayakan ekonomi perempuan dan meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga, meskipun membutuhkan peningkatan pada aspek edukasi finansial.

Telah diserahkan

2026-08-31

diterima

2026-08-31

Diterbitkan

2026-08-31

Cara Mengutip

Ramadani, R., Pratama, R., & Gilang, M. I. (2026). Peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar Dalam Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), 4(2), 1315–1328. https://doi.org/10.61930/pjpi.v4i2.1957