Penerapan Model Pembelajaran Meaningful Learning Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas IV SD Al Azhar 1 Bandar Lampung
DOI:
https://doi.org/10.61930/pjpi.v4i2.2001Kata Kunci:
Pembelajaran Bermakna, Minat Belajar, Pendidikan Pancasila, Penelitian Tindakan KelasAbstrak
Pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya menuntut siswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru, tetapi juga memerlukan minat dan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Namun, berdasarkan kondisi awal pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Al Azhar 1 Bandar Lampung, sebagian siswa masih menunjukkan tingkat minat belajar yang rendah. Kondisi ini ditandai dengan kurangnya perhatian, minat, antusiasme, dan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran perlu dikembangkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna), yang menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan serta pengalaman awal siswa, serta mengaitkan materi pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Meaningful Learning dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Al Azhar 1 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa siklus sesuai dengan pencapaian indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini, guru berperan sebagai pelaksana proses pembelajaran, sedangkan peneliti melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan perkembangan minat belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket minat belajar, dan dokumentasi. Penerapan Meaningful Learning dilakukan dengan mengaitkan materi Pendidikan Pancasila dengan pengetahuan awal, pengalaman, dan kehidupan sehari-hari siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, terlibat dalam diskusi, mengemukakan pendapat, menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman mereka, serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. Peningkatan minat belajar siswa dinilai berdasarkan beberapa indikator, yaitu perasaan senang, minat, perhatian, dan keterlibatan aktif. Dengan menerapkan kegiatan pembelajaran yang mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa, diharapkan siswa menjadi lebih berminat, penuh perhatian, antusias, dan terlibat aktif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Unduhan
Telah diserahkan
diterima
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Salsabila Resiska Putri , Syofnida Ifriyanti, Yuli Yanti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License











