Pemahaman Pengelola dan Persepsi Wisatawan tentang Kelayakan Finansial dan Dampak Pengelolaan Ekonomi Lokal pada Ekowisata Cafe Tebing Bute, Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.61930/jebmak.v4i3.1320
Keywords:
Ekowisata, Kelayakan Finansial, Dampak Ekonomi Lokal, Persepsi WisatawanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek finansial serta dampak ekonomi lokal dari pengelolaan ekowisata di Cafe Tebing Bute, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan 30 partisipan, termasuk pengunjung, pelaku usaha lokal, dan warga sekitar. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi temuan untuk mengidentifikasi aspek kelayakan usaha, manfaat ekonomi, dan faktor yang memengaruhi persepsi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan menilai layanan dan fasilitas yang tersedia cukup memadai, dengan harga yang dianggap sesuai dengan kualitas pengalaman berwisata. Namun demikian, pemahaman akademis mengenai konsep ekowisata masih terbatas. Dari perspektif pelaku usaha, kendala yang dihadapi berkaitan dengan manajemen keuangan dan ketidakpastian jumlah pengunjung yang memengaruhi keberlanjutan operasional. Meskipun terdapat tantangan tersebut, keberadaan Cafe Tebing Bute terbukti memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal melalui terbukanya peluang usaha dan peningkatan aktivitas perdagangan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan keterlibatan masyarakat, pelatihan, dan edukasi untuk mendukung keberlanjutan pengembangan ekowisata di wilayah tersebut serta memperkuat manfaat ekonomi bagi seluruh pemangku kepentingan.
Downloads
References
Astuti, D. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Ekowisata Di Desa Wisata Mangunan, Yogyakarta. . Jurnal Pariwisata Indonesia, 12(1), 45-58.
Bandung., M. R. (2011). Dampak Ekonomi Pengembangan Kawasan Ekowisata Kepulauan Seribu. Journal Of Regional And City Planning, 22(1), 1–10. .
Dari Tani, N. M. (2021). Persepsi Wisatawan Terhadap Daya Tarik Ekowisata Bahari Pantai Enabara, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Journey: Journal Of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention And Event Management, 4(1), 63–80.
Dewi, S. W. (2020). Analisis Kelayakan Finansial Ekowisata Berbasis Masyarakat Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. . Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(2),
-146.
Fionasari, R. (2022). Economic, Social And Environmental Impacts On Community-Based Ecotourism. Journal Of Ecotourism Studies, 1(1), 1–10.
Guerrero-Moreno, M. A.-J. (2024). Approaches, Trends, And Gaps In Community-Based Ecotourism .Research: A Bibliometric Analysis Of Publications Between 2002 And 2022. Sustainability, 16(7), 2639. .
Harianto, S. P. (2020). Development Strategy For Ecotourism Management Based On Feasibility Analysis Of Tourist Attraction Objects And Perception Of Visitors And Local Communities. .
Biodiversitas, 21(2), 689–698. .
Kurniawan, A. &. (2020). Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Wisatawan Pada Destinasi Ekowisata Di Indonesia. Jurnal Media Komunikasi Pariwisata, 6(3), 78-89.
Kusuma, H. &. (2017). Distribusi Manfaat Ekonomi Dalam Pengembangan Ekowisata Di Bali. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 25(1), 22-34.
Lestari, R. &. (2019). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dalam Mendukung Kelayakan Finansial Ekowisata. . Jurnal Ekonomi Kreatif, 11(2), 101-114.
Lindberg, K. (2021). Longitudinal Study Of The Local Community Perspective On Ecotourism Development. Longitudinal Study Of The Local Community Perspective On Ecotourism Development. Water, 13(17), 2398.
Nugroho, S. &. (2018). Ekowisata Dan Pelestarian Lingkungan: Studi Kasus Di Taman Nasional Bukit Duabelas. Jurnal Lingkungan Hidup Indonesia, 14(1), 33-48.
Putra, I. N. (2020). Persepsi Wisatawan Terhadap Ekowisata Berbasis Komunitas Di Bali. Jurnal Pariwisata Terapan, 4(1), 15-29.
Rahman, F. &. (2019). Dampak Ekonomi Pengembangan Ekowisata Pada Masyarakat Lokal Di Danau Toba. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 10(2), 88-99.
Sari, D. P. (2021). Diversifikasi Pendapatan Masyarakat Melalui Pengembangan Ekowisata Di Yogyakarta. Jurnal Pengembangan Wilayah Dan Kota, 13(1), 75-90.
Setiawan, E. S. (2020). Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Di Taman Nasional Baluran. Jurnal Lingkungan Dan Pembangunan, 11(3), 251-266.
Suryajaya, I. P. (2019). Dampak Ekonomi Ekowisata Air Terjun Suranadi Terhadap Masyarakat Lokal Di Desa Jatiluwih. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(2), 315–325.
Wibisono, R. &. (2018). Keadilan Distribusi Ekonomi Dalam Pengembangan Ekowisata Di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia, 18(2), 139-150.
Widodo, S. (2018). Pengaruh Komunikasi Dan Informasi Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Kawasan Ekowisata Bali Barat. Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 7(2), 109-120.
Wildan, W. S. (2016). The Feasibility Of Development Of Social Capital- Based Ecotourism In West Lombok. Mimbar: Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 32(1), 1–10.
Wulandari, S. (2017). Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Komunitas Di Jawa Tengah. Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Publik, 21(1), 45-59.
Zulkarnaini, &. N. (2021). Land Suitability And Economic Value Of Ecotourism Development In Masjid Lake Of Kuantan Singingi District, Indonesia. Iop Conference Series: Earth And Environmental Science, 865(1), 012039.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ni Luh Ayu Setiawati, Widia Octari Diliana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nusa Cendana










