Merekonstruksi Model Kontrak Hibrida dalam Fintech Islam di Indonesia: Perspektif Fiqh Muamalah dan Maqāṣid al-Syarī‘ah
DOI:
https://doi.org/10.61930/jebmak.v5i2.1714
Kata Kunci:
Hybrid Contract, Islamic Fintech, Fiqh Muamalah, Maqasid al-Shariah,, Sharia Compliance, Digital FinanceAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam industri keuangan syariah, termasuk munculnya berbagai platform fintech syariah yang menawarkan layanan keuangan berbasis teknologi. Dalam praktiknya, fintech syariah sering menggunakan hybrid contract (akad murakkab) sebagai mekanisme untuk mengakomodasi kebutuhan transaksi yang semakin kompleks. Penggunaan akad ganda tersebut memunculkan berbagai perdebatan mengenai legalitas, kepatuhan syariah, serta kesesuaiannya dengan tujuan utama syariat Islam (maqāṣid al-syarī‘ah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hybrid contract pada fintech syariah di Indonesia melalui perspektif fiqh muamalah dan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif normatif. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal internasional terindeks Scopus, jurnal nasional terakreditasi, fatwa DSN-MUI, regulasi OJK, serta literatur fiqh muamalah kontemporer. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola implementasi hybrid contract, bentuk kepatuhan syariah, tantangan regulasi, dan relevansinya terhadap maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hybrid contract telah menjadi instrumen penting dalam pengembangan produk fintech syariah, khususnya pada layanan peer-to-peer lending, crowdfunding, buy now pay later (BNPL), dan pembiayaan digital lainnya. Implementasi akad seperti murabahah-wakalah, qardh-rahn-ijarah, serta musyarakah-wakalah memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan transaksi modern. Namun demikian, masih ditemukan tantangan berupa ketidakjelasan struktur akad, perbedaan interpretasi hukum syariah, lemahnya standardisasi kontrak digital, serta kesenjangan antara fatwa dan praktik industri. Dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, hybrid contract pada fintech syariah dapat diterima sepanjang mampu menjaga prinsip keadilan, transparansi, perlindungan harta (hifẓ al-māl), dan kemaslahatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, penguatan tata kelola syariah, serta standardisasi akad digital untuk memastikan inovasi fintech tetap selaras dengan prinsip-prinsip syariah.
Unduhan
Referensi
Ahmad, N., Hanapi, M. S., & Yasin, Y. F. (2025). Maqasid Shariah and Islamic Fintech Research : Trends , Topics and Collaborations. JURNAL ILMIAH PEURADEUN The Indonesian Journal of the Social Sciences, 13(3). https://doi.org/https://doi.org/ 10.26811/peuradeun.v13i3.1829 How
Ali, H., & Arsyad, K. (2025). Model Akad Hybrid ( Murakkab ) pada Fintech P2P Syariah di Indonesia : Analisis Kepatuhan Syariah dan Tantangan Regulasi 2025. TANGIBLE JOURNAL, 10(2), 294–308. https://doi.org/10.53654/tangible.v10i2.696
Arl, N. M., & Baidhowi. (2025). Legalitas Akad Hybrid dalam Fintech Syariah : Studi Kasus Pembiayaan Murabahah-Ijarah dan Tantangan Hukum dalam Penyelesaiannya. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING : Jurnal Akademik Ekonomi Dan Manajemen, 2(2), 282–292. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jaem.v2i2.4980
Aryanti, Y. (2016). Multi Akad ( Al-Uqud Al-Murakkabah ) Di Perbankan Syariah Perspektif Fiqh Muamalah Yosi Aryanti. Jurnal Ilmiah Syari‘Ah, Volume 15,. https://doi.org/10.31958/juris.v15i2.498
Budiono, I. N. (20023). Implementasi Multi Akad (Hybrid Contract) Pada Pembiayaan Murabahah Bank SyariaH. Mu’amalah : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2, 231–241. https://doi.org/https://doi.org/10.32332/muamalah.v2i2.6658
Creswell, & W., J. (2009). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc. All. https://www.ucg.ac.me/skladiste/blog_609332/objava_105202/fajlovi/Creswell.pdf
Hasan, R., Hassan, M. K., & Aliyu, S. (2020). Fintech and Islamic Finance : Literature Review and Research Agenda. IJIEF: International Journal of Islamic Economics and Finance, 1(January), 75–94. https://doi.org/https://doi.org/10.18196/ijief.2122
Ismaulina, & Ibrahim, A. (2025). A Critical Appraisal of Product Innovation in Islamic Banking : Navigating Market Pressures , Ensuring Shariah Compliance , and Advancing the Objectives of Maqasid al-Shariah. Iqtishadia: Jurnal Ekonomi & Perbankan& Perbankan, 138–268. https://doi.org/https://doi.org/10.1905/iqtishadia.v12i2.19941
Krishna, R. F. A., Siregar, M. R., & Saibil, D. I. (2027). Article Info. JIBSI: Journal of Islamic Banking: Student Insights, 1(1), 1–10. https://www.google.com/search?q=Challenges+and+Opportunities+in+the+Development+of+Hybrid+Contracts+in+Islamic+Banking%3A+A+Shariah+Compliance+Perspective+Raihan+Fernanda+Agung+Krishna1%2C+Muhammad+Rivaldy+Siregar2%2C+Defi+Insani+Saibil3+1%2C&oq=Challenges+and+Opportunities+in+the+Development+of+Hybrid+Contracts+in+Islamic+Banking%3A+A+Shariah+Compliance+Perspective+Raihan+Fernanda+Agung+Krishna1%2C+Muhammad+Rivaldy+Siregar2%2C+Defi+Insani+Saibil3+1%2C&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIHCAEQIRiPAjIHCAIQIRiPAtIBCTE4MjdqMGoxNagCCLACAfEFJxXwB6Elt6g&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Pitriani, Witro, D., Nurjaman, M. I., Hibaturohman, I., & Sidqi, I. (2024). Re-Reading Al-Uqud Al-Murakkabah : Types and Models of Hybrid Contracts Concept in Fatwa DSN-MUI. Khazanah Hukum, Vol. 6 No. 2: 172-188, 6(2), 172–188. https://doi.org/10.15575/kh.v6i2.
Razak, M. I. bin A., & Dali, N. A. binti M. (2026). The Key Challenges For Islamic Fintech Implementation In Malaysia. Journal of Central Banking Law and Institutions, 5(1), 153–174. https://doi.org/https://doi.org/10.21098/jcli.v5i1.270
Said, M. (2025). Optimizing Sharia Fintech for Financial Inclusion in Indonesia in the Digital Era : An Islamic Economic Perspective. Balanca: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 7(1), 47–62. https://doi.org/10.35905/balanca.v7i1.13214
Said, M. S., Jumriani, Sapa, N. bin, & H, D. (2025). Media Hukum Indonesia ( MHI ) Islamic Fintech in Indonesia : Between Innovation and Sharia Compliance Media Hukum Indonesia ( MHI ). 4(1), 476–485. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.17879875
Setiawan. (2022). Hybrid Contract Dalam Transaksi Syariah Perspektif Maqashid Syariah. AL-MANHAJ Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam Hybrid, 4(2), 707–720. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i2.2719
Wahyuni, S., Sapa, N., & Haddade, A. W. (2024). Fintech Keuangan Syariah Dalam Prespektif Sharia Complaince. Jurnal Tabarru’ : Islamic Banking and Finance, 7(November), 558–566. https://journal.uir.ac.id/index.php/tabarru/article/view/18025
Yasardin, Rahmaniah, A., & Rachmasari, A. I. (2025). Sharia Fintech Contract Architecture : Developing A Standardization Framework Based On The Convergence Of Fiqh , Fatwas, And Judicial Decisions,. Syariah : Jurnal Hukum Dan Pemikiran, 25(2). https://doi.org/https://doi.org10.18592/sjhp.v25i1.18275
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasn Pustaka Obor Indonesia, 2014.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Choirunnisak Choirunnisak, Mukhamad Yazid Afandi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










