Analisis Evaluasi Program Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka
DOI:
https://doi.org/10.61930/jurbisman.v1i2.184
Keywords:
Evaluasi, Kurikulum 2013, Kurikulum MerdekaAbstract
Implementasi kurikulum 2013 sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya, masih banyak kendala yang kita ketahui sangat mempengaruhi hasil belajar, baik dari segi media yang digunakan, penilaian pada kurikulum 2013 lebih rumit dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya kemudian metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran yang ingin diajarkan belum efektif atau bahkan tidak sesuai dengan materi yang ingin disampaikan. Berdasarkan pada kajian literatur yang telah dilakukan, kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dikenal dengan kebijakan Merdeka Belajar. Kebijakan ini meliputi 4 hal: ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dikembangkan oleh sekolah masing - masing; ujian nasional (UN) berubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter; kebebasan pendidik untuk mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP); dan fleksibilitas dalam peraturan penerimaan siswa baru (PPSB). Kebijakan Merdeka Belajar memiliki karakteristik yang menekankan pada kreativitas, orientasi pembelajaran pada pemecahan masalah, pembelajaran berbasis tuntutan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta sistem penilaian yang komprehensif. Hal ini berdampak pada kebutuhan pengembangan evaluasi pembelajaran.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Dia Rahma, Opi Shinta Cornelia, Dwi Noviani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










