Hubungan Jam Kerja Berlebih, Kinerja, dan Hasil Kerja Karyawan; Studi Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.61930/jurbisman.v4i3.1962
Keywords:
overtime, produktivitas, kinerja karyawan, hasil kerjaAbstract
Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan overtime atau jam kerja berlebih dengan produktivitas, kinerja, dan hasil kerja karyawan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Literatur dikaji berdasarkan penelitian mengenai overtime, jam kerja panjang, produktivitas, kinerja, dan hasil kerja karyawan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hubungan overtime dengan produktivitas bersifat kompleks dan kondisional. Dalam jangka pendek, overtime dapat meningkatkan produktivitas melalui tambahan waktu dan usaha sehingga memungkinkan karyawan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dan mencapai target organisasi. Namun, overtime yang berlangsung terlalu lama atau dilakukan secara berulang dapat memicu kelelahan, berkurangnya waktu pemulihan, gangguan tidur, stres, dan konflik kehidupan kerja yang selanjutnya menurunkan kinerja dan kualitas hasil kerja. Temuan juga menunjukkan bahwa dampak overtime dipengaruhi oleh durasi dan intensitas lembur, sifat sukarela atau wajib, otonomi kerja, dukungan organisasi, beban kerja, work-life balance, dan kesempatan pemulihan. Dengan demikian, overtime menunjukkan double-edged effect, sehingga pengelolaannya perlu mempertimbangkan keseimbangan antara tambahan usaha dan pemulihan sumber daya karyawan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 RA Rodia Fitri Indriani, Marsinah Marsinah, Hatidah Hatidah, Muhammad Bambang Purwanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












