Penetapan Harga Padi Dalam Persaingan Harga di Desa Sukareja Kabupaten Tegal
DOI:
https://doi.org/10.61930/jurbisman.v2i1.594
Keywords:
Persaingan Harga, Gabah, Penetapan HargaAbstract
Dalam praktik jual beli gabah di Desa Warureja, juragan padi sering membeli gabah dari petani dengan harga lebih tinggi daripada harga acuan pemerintah, menyebabkan kecurangan dan persaingan tidak sehat. Hal ini berdampak pada kenaikan harga gabah/beras yang dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini fokus pada penetapan harga gabah oleh juragan di Desa Sukareja dengan tujuan memberikan pemahaman tentang dinamika pasar dan membantu perusahaan membuat keputusan harga yang lebih baik. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi lapangan atau field research menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data melibatkan penelitian yuridis sosiologis dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93% orang di Desa Sukareja menjual gabah dengan harga tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sedangkan 7% tidak terlibat dalam jual beli gabah. Persaingan harga ini dapat dikategorikan sebagai persaingan pasar sempurna yang tidak sehat.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Amelisya Putri Ayuni, Suci Hartati, Muhammad Wildan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










