Studi Kasus Penerapan Aspek Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis: (Perbandingan Implementasi PERMENDIKBUD NO. 6/2018, PERMENDIKBUDRISTEK NO. 40/2021, dan PERMENDIKDASMEN NO. 7/2025 Terhadap Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah Serta Profesionalisme Kinerja Guru di Provinsi Kalimantan Timur)
DOI:
https://doi.org/10.61930/jsii.v3i2.1438
Keywords:
Penugasan Kepala Sekolah, O, E, A, Analisis Kebijakan, Kepemimpinan Sekolah, Kalimantan TimurAbstract
Penelitian ini menganalisis dinamika regulasi penugasan guru sebagai kepala sekolah pada periode 2018–2025, dengan fokus pada Permendikbud No. 6/2018, Permendikbudristek No. 40/2021, dan Permendikdasmen No. 7/2025, serta implikasinya bagi kepemimpinan sekolah, profesionalisme, dan kinerja guru di Provinsi Kalimantan Timur. Kajian bertujuan (i) memetakan asumsi ontologis, perangkat epistemologis, dan orientasi aksiologis (O, E, A) yang melekat pada teks kebijakan, serta (ii) merumuskan rancangan penelitian empiris untuk menguji perbedaan dan pengaruh implementasi antarrezim regulasi. Metode tahap awal menggunakan analisis dokumen kebijakan melalui identifikasi unit pasal, pengodean tematik berbasis O, E, A, dan penyusunan matriks pemetaan instrumen kebijakan, diperkuat dengan ilustrasi konteks urban dan rural/terpencil sebagai dasar kontrol variabel konteks. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa secara ontologis regulasi membakukan kriteria kelayakan dan kompetensi yang memposisikan kepala sekolah pada spektrum administrator, pemimpin pembelajaran, dan aktor penjaminan mutu. Secara epistemologis, penekanan pada sertifikat, portofolio, dan laporan memperkuat logika bukti yang dapat diaudit sehingga berpotensi menggeser perhatian dari kualitas praktik kepemimpinan dan pembelajaran yang tidak selalu terdokumentasi. Secara aksiologis, nilai mutu dan akuntabilitas dapat berubah menjadi kontrol administratif bila tidak diimbangi pembinaan dan penguatan kapasitas, terutama pada sekolah dengan keterbatasan akses dan sumber daya. Temuan konseptual merumuskan tiga jalur dampak kebijakan kapasitas, akuntabilitas, dan dukungan sistem yang diperkirakan memengaruhi profesionalisme dan kinerja guru melalui mediasi kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian lanjutan diusulkan menggunakan paradigma post-positivistik dengan survei komparatif cross-sectional, sampling stratified cluster, instrumen Likert bagi kepala sekolah dan guru, verifikasi dokumen, serta wawancara tersemat. Analisis dirancang menggunakan uji perbedaan antar kelompok dan pemodelan pengaruh serta mediasi, dengan opsi SEM-PLS apabila ukuran sampel memadai.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wiwik Setiawati, Muhammad Amir Masruhim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman, Indonesia









