Analisis Makna Al-Malik: Kajian I`Jaz Al-Qur`an

Authors

  •  M. Soleh Susanto  Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran (STIQ) al-Lathifiyyah Palembang
  •  Tri Handayani  Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran (STIQ) al-Lathifiyyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.61930/jsii.v1i2.411

Keywords:

Al-Malik, Fir'aun, Yusuf

Abstract

Kemukjizatan Al-Qur’an tersaji dalam susunan dan pemilihan kosakatanya. Salah satu kata yang menarik untuk diteliti dalam kajian i’jaz Al-Qur’an adalah gelar al-malik dalam surah Yūsuf. Dalam catatan sejarah, semua penguasa Mesir kuno disebut firaun, sebagaimana dalam catatan literatur sejarah  maupun teks keagamaan seperti Perjanjian Lama, termsuk fir’aun di masa Nabi Yusuf. Namun, Al-Qur’an menyebut raja Mesir di masa Nabi Yusuf tersebut dengan gelar Al-Malik. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kata al-malik terulang sebanyak sebelas kali dalam Al-Qur’an. Kata ini digunakan enam kali sebagai asma Allah, sedangkan lima di antaranya terdapat dalam surah Yūsuf yang merupakan gelar bagi raja Mesir di era Nabi Yusuf.  Adapun  pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu, 1. Bagaimana penggunaan kata al-malik dalam Al-Qur’an? 2. Bagaimana analisis kemukjizatan Al-Qur’an dalam gelar al-malik pada surah Yūsuf? Untuk menjawab permasalahan ini penulis menggunakan teori semantik Toshihiko Izutsu, yang dikenal dengan teori Quranic weltanschauung (Quranic world view) dan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang mana pengumpulan data dilakukan dengan mengutip dan menganalisa data-data yang berasal dari perpustakaan baik berupa buku, ensiklopedia, kamus, jurnal, skripsi dan lain sebagainya. Hasil dari analisis ini akan menemukan i’jaz ­di balik penggunaan gelar Al-Malik bagi raja Mesir tersebut. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gelar Al-Malik diberikan kepada penguasa Mesir untuk membedakannya dengan sosok 'firaun'  sebab keduanya memiliki tabiat yang berbeda. Al-malik adalah pemimpin yang baik, serdangkan Firaun dalah penguasa yang kejam. Selain itu, penyebutan keduanya dibedakan agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pembaca Al-Qur'an. Fakta sejarah menyatakan bahwa Al-Malik bukanlah orang Mesir asli sehingga tidak digelari firaun. Bahkan gelar al-malik memberikan isyarat bahwa Al-Malik berasal dari bangsa Arab.

Downloads

Published

2023-12-02

How to Cite

M. Soleh Susanto, & Tri Handayani. (2023). Analisis Makna Al-Malik: Kajian I`Jaz Al-Qur`an. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 1(2), 315–346. https://doi.org/10.61930/jsii.v1i2.411