Standar Tartil Dalam Al-qur'an Perspektif Ibrahim As-Samannudi

Authors

  • Ahmad Ziyadurrahim Fidrik Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak

DOI:

https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1473

Keywords:

Ibrahim As-Samannudi, Standar Tartil, Tajwid

Abstract

Pembacaan Al-Qur'an dengan tartil, baik dalam salat maupun di luar salat, perlu mendapatkan perhatian serius dari umat Muslim. Hal ini disebabkan oleh kewajiban tartil sebagai bagian dari perintah Allah dalam membaca Al-Qur'an sesuai dengan kaidah tajwid. Artikel ini secara khusus mengkaji standar pembacaan Al-Qur'an secara tartil berdasarkan perspektif Ibrahim As-Samannudi, seorang ulama qira'at kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menjelaskan konsep serta standar tartil dalam teori tajwid sebagaimana dipaparkan dalam syarah At-Tuhfah As-Samannudiyyah fi Tajwid Al-Kalimat Al-Qur'aniyyah. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis kajian kepustakaan, penelitian ini menyoroti aspek teknis tajwid, seperti makharij huruf, sifat huruf, waqaf, dan hukum-hukum tajwid lainnya, yang mendukung pembacaan perlahan, jelas, dan teratur. Hasil kajian menunjukkan bahwa standar tartil mencakup dimensi teknis, dari segi pengetahuan dan pemahaman teori serta praktik talaqqi dan pengulangan. Pandangan Ibrahim As-Samannudi memperluas pengertian tartil sebagai standar pembacaan yang sesuai dengan syariat dan sunnah Rasulullah.

Downloads

Published

2026-05-12

How to Cite

Ahmad Ziyadurrahim Fidrik. (2026). Standar Tartil Dalam Al-qur’an Perspektif Ibrahim As-Samannudi. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 4(1), 103–114. https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1473