Desain Instrumen Asesmen Berbasis HOTS untuk Mengukur Kemampuan Analisis dan Evaluasi Siswa
DOI:
https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1559
Keywords:
Asesmen HOTS, Kemampuan Analisis, Kemampuan Evaluasi, Desain Instrumen, Evaluasi PendidikanAbstract
Latar belakang penelitian ini didasari oleh urgensi transformasi paradigma pendidikan abad ke-21 yang menuntut penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Di tengah dinamika disrupsi informasi, kemampuan analisis dan evaluasi menjadi kompetensi esensial bagi siswa untuk memecahkan masalah kompleks secara logis dan kritis. Namun, praktik asesmen di lapangan sering kali masih didominasi oleh instrumen yang berorientasi pada ranah kognitif tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills), yang hanya menguji aspek hafalan dan pemahaman prosedural. Kesenjangan antara tuntutan kurikulum dengan realitas alat ukur ini menyebabkan potensi intelektual siswa tidak tergali secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan desain instrumen asesmen yang secara spesifik dirancang untuk menstimulasi serta mengukur kemampuan analisis dan evaluasi sebagai indikator kemandirian berpikir peserta didik.
Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan kurikulum, perancangan kisi-kisi instrumen berbasis taksonomi kognitif level C4 dan C5, serta pengembangan butir soal dengan stimulus kontekstual. Data dikumpulkan melalui teknik validasi ahli (expert judgment) untuk menguji validitas isi dan uji coba lapangan pada skala terbatas untuk mengukur reliabilitas serta kualitas psikometrik butir soal. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk masukan revisi dari para ahli dan secara kuantitatif untuk menguji tingkat kesukaran, daya pembeda, serta validitas empiris instrumen menggunakan perangkat lunak statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain instrumen asesmen berbasis HOTS yang dikembangkan valid secara teoretis dan reliabel secara empiris untuk mengukur kemampuan analisis dan evaluasi siswa. Penggunaan stimulus multimedia dan kasus nyata terbukti mampu memicu keterlibatan kognitif yang lebih dalam dibandingkan soal konvensional tanpa stimulus. Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa siswa mampu menunjukkan ketajaman analisis dalam mengorganisasikan informasi dan objektivitas dalam mengevaluasi argumen ketika diberikan standar kriteria yang jelas melalui rubrik penilaian analitis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi instrumen HOTS secara konsisten tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai media habituasi berpikir kritis yang fundamental bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dodi Irawan, Siti Banati Sholiha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









