Ibrah Eksistensial: Menggali Makna Penciptaan Lalat dan Rayap dalam Al-Qur-an

Authors

  • Akhmad Dasuki Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Rian Hidayat Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Mahda Mahda Universitas Islam Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1570

Keywords:

Lalat, Rayap, Al-Qur’an, Teologi, Biologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji ayat-ayat tentang lalat dalam QS. Al-Hajj [22]:73 dan rayap dalam QS. Saba [34]:14 melalui pendekatan tafsir saintifik dengan tetap berpijak pada kerangka tafsir tematik. Fokus utama penelitian adalah mengungkap makna teologis dan simbolis kedua ayat, serta keterkaitannya dengan temuan ilmiah dalam bidang biologi dan ekologi serangga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis tematik, yaitu menghimpun ayat-ayat terkait, menelaahnya berdasarkan penafsiran para ulama khususnya dalam Tafsir Al-Misbah kemudian mengaitkannya secara proporsional dengan data ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat dalam Al-Qur’an berfungsi sebagai perumpamaan untuk menegaskan kelemahan makhluk selain Allah sekaligus mengandung kritik terhadap kesombongan manusia, di samping memiliki kompleksitas biologis seperti sistem antibakteri alami. Sementara itu, rayap berperan sebagai simbol pengungkapan kebenaran yang menegaskan keterbatasan pengetahuan makhluk, serta memiliki fungsi ekologis penting sebagai pengurai dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan tafsir saintifik dapat memperkaya pemahaman ayat tanpa menggeser makna teologisnya, selama tetap berada dalam koridor metodologis yang proporsional. Dengan demikian, lalat dan rayap tidak hanya merepresentasikan simbol teologis, tetapi juga menunjukkan keterhubungan antara wahyu dan realitas ilmiah secara lebih kontekstual.

Downloads

Published

2026-05-15

How to Cite

Akhmad Dasuki, Rian Hidayat, & Mahda, M. (2026). Ibrah Eksistensial: Menggali Makna Penciptaan Lalat dan Rayap dalam Al-Qur-an. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 4(1), 127–144. https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1570