Rekonstruksi Berkah dan Politik Uang: Analisis Kritis terhadap Praktik Sedekah di Kalangan Kelas Bawah
DOI:
https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1575
Keywords:
Politik Uang, Kesadaran Magis, Paulo Freire, Berkah, SedekahAbstract
Praktik politik uang (money politics) di Indonesia terus menjadi ancaman bagi kualitas demokrasi, dengan data menunjukkan bahwa mayoritas kehadiran masyarakat di TPS dipengaruhi oleh imbalan materi daripada kesadaran politik. Fenomena ini menjadi sangat krusial diteliti karena adanya upaya kandidatpolitik membungkus transaksi suap menggunakan istilah keagamaan seperti "berkah" dan "sedekah" untuk memanipulasi masyarakat kelas bawah yang terhimpit secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis bagaimana rekonstruksi makna istilah religi tersebut digunakan sebagai alat normalisasi praktik politik uang guna melanggengkan kesadaran magis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka (library research) dari berbagai sumber literatur dan data statistik, yang kemudian diolah menggunakan teknik deskriptif-analitis dengan pisau analisis sosiologi kritis Paulo Freire. Temuan tulisan ini secara konkret menunjukkan bahwa konstruksi makna "berkah" dan "sedekah" telah mereduksi nilai sakral agama menjadi instrumen transaksional yang menjinakkan daya kritis masyarakat. Kondisi ekonomi yang tertekan memaksa kaum tertindas terjebak dalam kesadaran magis dan beban psikologis hutang budi (cultural scaffolding), sehingga menghambat tercapainya conscientização. Akibatnya, politik uang tidak lagi dianggap sebagai pelanggaran etika, melainkan bantuan sosial yang wajar diterima. Pembebasan politik sejati memerlukan pendidikan yang membebaskan dan rekonstruksi pemahaman keagamaan yang autentik untuk mengembalikan kedaulatan rakyat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizal Rizal, Arja Amin Munashoha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









