Negosiasi Adat Dan Agama Dalam Tradisi Batimung Masyarakat Banjar Analisis Konstruksi Sosial Thomas Luckmann
DOI:
https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1573
Keywords:
Masyarakat Banjar, Negosiasi Adat dan Agama, Konstruksi Sosial, Tradisi PernikahanAbstract
Tradisi batimung merupakan ritual mandi uap herbal yang dilakukan menjelang pernikahan dalam budaya masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tradisi batimung, bentuk negosiasi adat dan agama dalam pelaksanaannya, serta proses konstruksi sosial yang terjadi di dalamnya berdasarkan perspektif Thomas Luckmann. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batimung mengandung makna fisik, simbolis, dan sosial sekaligus, serta menjadi ruang negosiasi antara nilai-nilai adat Banjar dan ajaran Islam melalui reinterpretasi, penyaringan elemen kepercayaan, dan penyesuaian syariat. Dalam kerangka konstruksi sosial Luckmann, batimung merupakan realitas sosial yang terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang berlangsung lintas generasi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ramdani, Rizky Akbar Mubarakh Munthe

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









