Negosiasi Adat Dan Agama Dalam Tradisi Batimung Masyarakat Banjar Analisis Konstruksi Sosial Thomas Luckmann

Penulis

  • Muhammad Ramdani Universtas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia
  • Rizky Akbar Mubarakh Munthe Universtas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1573

Kata Kunci:

Masyarakat Banjar, Negosiasi Adat dan Agama, Konstruksi Sosial, Tradisi Pernikahan

Abstrak

Tradisi batimung merupakan ritual mandi uap herbal yang dilakukan menjelang pernikahan dalam budaya masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tradisi batimung, bentuk negosiasi adat dan agama dalam pelaksanaannya, serta proses konstruksi sosial yang terjadi di dalamnya berdasarkan perspektif Thomas Luckmann. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batimung mengandung makna fisik, simbolis, dan sosial sekaligus, serta menjadi ruang negosiasi antara nilai-nilai adat Banjar dan ajaran Islam melalui reinterpretasi, penyaringan elemen kepercayaan, dan penyesuaian syariat. Dalam kerangka konstruksi sosial Luckmann, batimung merupakan realitas sosial yang terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang berlangsung lintas generasi.

Diterbitkan

2026-05-22

Cara Mengutip

Muhammad Ramdani, & Rizky Akbar Mubarakh Munthe. (2026). Negosiasi Adat Dan Agama Dalam Tradisi Batimung Masyarakat Banjar Analisis Konstruksi Sosial Thomas Luckmann . Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 4(1), 173–184. https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1573