Reorientasi Pertanyaan Sebagai Strategi Edukasi: Analisis Uslub Al-Hakim Dalam Qs. Al-Baqarah: 189, 215 dan Al-Anfal: 1
DOI:
https://doi.org/10.61930/jsii.v4i1.1621
Kata Kunci:
Uslub al-Hakim, Al-Qur’an, Balaghah, Strategi EdukasiAbstrak
Kajian terhadap keistimewaan retorika Al-Qur’an, khususnya uslub al-hakim, masih terbatas dari sudut pandang pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan uslub al-hakim pada QS. Al-Baqarah: 189, 215, dan QS. Al-Anfal: 1 sebagai strategi edukasi Al-Qur’an dalam membentuk cara berpikir umat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, dengan analisis menggunakan kerangka ‘ilm al-badi’ dalam ilmu balaghah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga ayat tersebut menerapkan pola uslub al-hakim secara konsisten: QS. Al-Baqarah: 189 mengalihkan pertanyaan astronomis tentang hilal menuju fungsinya sebagai penanda waktu ibadah; QS. Al-Baqarah: 215 menggeser pertanyaan tentang jenis harta yang diinfakkan kepada prioritas penerimanya; dan QS. Al-Anfal: 1 mentransformasi sengketa kepemilikan harta rampasan menjadi perintah rekonsiliasi berbasis ketakwaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa uslub al-hakim bukan sekadar teknik retorika, melainkan filosofi pendidikan Al-Qur’an yang secara aktif membentuk aql al-awlawiyat—akal yang peka terhadap prioritas—pada diri penerimanya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hairul Rijal, Munawarah Munawarah, Akhmad Dasuki

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









